Ibu-ibu, Jangan Salah Kaprah! SKM Ternyata Bukan Susu Harian

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa di sini yang masih rutin menyajikan susu kental manis (SKM) buat sarapan keluarga? Eits, mulai sekarang harus lebih hati-hati, ya. Soalnya, menurut pakar gizi dari IPB University, SKM itu sebenarnya bukan untuk dikonsumsi sebagai susu harian.

Faktanya, masih banyak keluarga di Indonesia yang menganggap SKM setara dengan susu segar atau susu UHT. Padahal, keduanya jelas beda jauh—terutama dari segi kandungan gula.

Manisnya Kebangetan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan bahwa SKM dibuat dengan cara mengurangi kadar air susu, lalu menambahkan gula dalam jumlah besar—bahkan bisa mencapai 40–50 persen! Kebayang, kan, betapa manisnya?

Baca Juga :  Bukan Sekadar Alat Musik! Gamelan, Warisan Budaya Indonesia yang Bikin Dunia "Terkagum-kagum"

Dalam satu porsi sekitar 3 sendok makan (30 gram), SKM mengandung kira-kira 15 gram gula. Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan cuma 50 gram.

Artinya, kalau kamu kebanyakan nambah SKM ke minuman atau makanan, tanpa sadar kamu bisa langsung “ngegas” ke batas maksimal gula harian.

Bukan Pengganti Susu

Yang sering disalahpahami, SKM itu bukan pengganti susu biasa. Kandungan protein dan lemaknya lebih rendah, jadi nggak cukup buat memenuhi kebutuhan gizi harian—apalagi untuk anak-anak yang lagi masa tumbuh kembang.

Baca Juga :  Serba-serbi Kuliah Umum "10 tahun Diplomasi Indonesia" di FISIP Unwahas: Mulai Sambutan Menlu Retno Marsudi Hingga Peserta Membludak!

“Kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan,” tegas Dr. Karina.

Tenang, bukan berarti SKM harus dihindari total. Tapi, penggunaannya perlu lebih bijak. Anggap saja SKM sebagai pemanis atau pelengkap rasa, bukan minuman utama.

Tips simpel dari pakar:

  • Gunakan sendok takar, jangan langsung tuang dari kaleng
  • Perhatikan takaran saji di kemasan
  • Batasi konsumsi agar gula tetap terkontrol

Jadi, mulai sekarang jangan asal kasih SKM ke keluarga, ya. Boleh sih manis, tapi tetap harus sehat! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru