Lewat EP ‘KANGEN’, Nia Aladin Bawa Kembali Lagu-Lagu Legendaris JK Records dengan Sentuhan Instrumental

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Musisi instrumental Indonesia Nia Aladin kembali menghadirkan karya terbaru untuk para penikmat musik. Kali ini ia merilis sebuah mini album berjudul KANGEN, yang menjadi EP ketiganya setelah sebelumnya merilis UNTUKMU BUNGA MIMPIKU pada tahun 2024 serta FLOW pada 2025.

Sebagai pemain harpa dan biola, Nia Aladin memang dikenal dengan gaya bermusiknya yang lembut dan penuh penghayatan. Melalui EP terbarunya ini, ia menghadirkan konsep yang berbeda dengan mengaransemen ulang lagu-lagu populer dari era 1980-an yang pernah diproduksi oleh label legendaris Indonesia, JK Records.

Label rekaman JK Records memiliki sejarah panjang dalam industri musik Tanah Air. Pada masa kejayaannya, label ini melahirkan berbagai karya dari musisi besar seperti Meriam Bellina, Pance Pondaag, Chintami Atmanegara hingga Obbie Messakh. Lagu-lagu dari era tersebut dikenal memiliki karakter melodi yang kuat dan hingga kini masih dikenang oleh banyak pendengar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui EP KANGEN, Nia mencoba menghadirkan kembali nuansa lagu-lagu tersebut dalam balutan instrumental yang berbeda. Ia memilih lima lagu populer dari katalog JK Records untuk diaransemen ulang menggunakan harpa dan biola.

Baca Juga :  Apa Aja Hasil Kesepakatan KTT ASEAN di Laos 2024?

Lagu-lagu tersebut adalah Kangen yang dipopulerkan Lydia Natalia, Aku Ingin Sendiri milik Marina Elsera, Lari dari Kenyataan yang pernah dinyanyikan Helen Sparingga, Citra dan Cinta dari Chintami Atmanegara, serta Bunga yang dipopulerkan Dian Piesesha.

Menurut Nia, proyek ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya untuk memperkenalkan kembali karya-karya indah dari era 1980-an kepada generasi masa kini. Ia ingin menghadirkan versi baru dari lagu-lagu tersebut agar bisa dinikmati dengan cara yang berbeda.

Ia juga merasa sangat beruntung bisa terlibat langsung dalam proses produksi yang berkaitan dengan JK Records. Kesempatan untuk datang ke studio legendaris tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti dalam perjalanan karier bermusiknya.

“Saya bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan ini. Bisa datang ke studio JK Records, mendengarkan karya-karya yang pernah diproduksi di sana, mempelajari lagu-lagunya, dan akhirnya bisa merekam musik di studio rekaman JK Records,” kata Nia.

Proses penggarapan EP KANGEN sendiri sudah dimulai sejak Desember 2023. Rekaman harpa dilakukan di studio JK Records, sementara aransemen musik serta rekaman harpa dan biola digarap oleh Nia Aladin bersama Santo Yuniarsa.

Baca Juga :  Pengurus UKMK Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

Setelah proses rekaman selesai, tahap mixing dan mastering dilakukan oleh Audioland Records agar menghasilkan kualitas audio yang maksimal. Sementara desain artwork dari EP ini dipercayakan kepada Muhamad Rezal.

Bagi Nia Aladin, musik yang ia ciptakan tidak hanya bertujuan untuk dinikmati secara musikal, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak emosional bagi para pendengar. Ia menyebut banyak orang yang merasa lebih rileks setelah mendengarkan karya-karyanya.

“Banyak pendengar yang mengatakan mereka merasa lebih tenang setelah mendengarkan musik saya. Bahkan ada yang merasa seperti mendapatkan healing. Harapan saya, karya ini bisa menjadi media untuk menghadirkan perasaan tenang, damai, dan bahagia bagi siapa saja yang mendengarkannya,” ungkapnya.

Lewat EP KANGEN, Nia Aladin juga berharap generasi muda bisa kembali mengenal karya-karya dari JK Records yang pernah berjaya pada era 1980-an.

Dengan balutan aransemen instrumental harpa dan biola yang lebih segar, lagu-lagu klasik tersebut diharapkan dapat kembali hidup dan menemukan pendengar baru di masa sekarang. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru