BABA SENJA Luncurkan Single “Lebaran (Maapin Kita Ya)”, Mengangkat Tradisi Betawi dengan Nuansa Musik SKA

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Musisi asal Bekasi, BABA SENJA, kembali memperkenalkan karya terbarunya lewat single berjudul “Lebaran (Maapin Kita Ya)”.

Lagu ini resmi dirilis di berbagai platform digital streaming pada 5 Maret 2026, disusul dengan perilisan video klip pada 7 Maret 2026 melalui kanal YouTube.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BABA SENJA yang memiliki nama lengkap Nanda Saputra merupakan musisi yang lahir dan besar di Bekasi dengan latar budaya Betawi yang kuat.

Ketertarikannya pada musik sudah muncul sejak usia tiga tahun, banyak dipengaruhi oleh orang tuanya yang kerap memutar lagu-lagu dangdut legendaris.

Ia kemudian mulai aktif bermain band sejak tahun 2005 saat masih duduk di bangku SMP dengan genre pop, sebelum akhirnya sejak 2007 mulai menulis lagu untuk dinyanyikan oleh orang lain dan mengunggahnya ke berbagai platform digital.

Memasuki tahun 2026, ia merasa ingin membuat karya yang lebih dekat dengan identitas pribadinya sebagai orang Betawi.

Dari situlah lahir ide untuk menciptakan lagu yang memadukan nuansa musik modern dengan sentuhan budaya Betawi, bahkan diberi tambahan warna musik SKA agar terasa lebih segar namun tetap mempertahankan kekentalan bahasa dan lirik khas Betawi.

Single “Lebaran (Maapin Kita Ya)” menjadi karya yang cukup spesial karena dinyanyikan bersama anaknya yang bernama Senja serta keponakannya Kakak Kia.

Lagu ini ditulis, dikomposisi, sekaligus diproduksi oleh BABA SENJA sendiri. Inspirasi lagu muncul dari kebiasaan sehari-hari menggunakan bahasa Betawi Bekasi atau yang sering dikenal dengan Betawi Ora, yaitu campuran bahasa Betawi, Sunda, dan Jawa dengan logat khas masyarakat Bekasi.

Baca Juga :  Membangun Kesadaran Sosial dan Demokrasi

Secara cerita, lagu ini mengangkat makna Idul Fitri sebagai momen untuk saling memaafkan. BABA SENJA ingin mengingatkan bahwa Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengakui kesalahan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, rumah tangga, maupun hubungan dengan tetangga dan orang-orang di sekitar.

Proses kreatif lagu ini terbilang cukup cepat. Ide awal muncul ketika BABA SENJA sedang dalam perjalanan pulang kerja sambil bersenandung di atas motor.

Ia kemudian merekam ide tersebut di ponselnya, lalu melanjutkan proses penulisan lirik dan chord gitar di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi aransemen lagu utuh. Secara keseluruhan, proses produksi hingga rilis video klip memakan waktu sekitar satu bulan.

Dalam proses produksi, BABA SENJA turut dibantu beberapa pihak. Aransemen musik dikerjakan bersama Abang Geno, sementara proses rekaman vokal, mixing, dan mastering dilakukan oleh Andre Tri Saputra dari SE Musik Productions.

Untuk video klip, proses pengambilan gambar dan penyuntingan dilakukan oleh Abang Wewe dan Mpok Tasya dari WEWEPICT.

Video klip lagu ini juga menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan tradisi Betawi yang dikenal dengan sebutan nyorog, yaitu kebiasaan mengantarkan makanan kepada orang tua saat Lebaran.

Baca Juga :  Metaverse dan Kehampaan Spiritual: Ketika Dunia Maya Menjadi Pelarian

Dalam video tersebut terlihat BABA SENJA dan keluarga membawa rantang berisi hidangan khas seperti semur jengkol, opor ayam, dan ketupat, lalu berkumpul bersama keluarga untuk saling bermaafan dan makan bersama dengan mengenakan pakaian adat Betawi.

Meski prosesnya berjalan lancar, BABA SENJA mengaku tetap menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Betawi Bekasi yang kadang bercampur dengan bahasa Betawi Jakarta, sehingga pemilihan kata harus disesuaikan agar tetap terasa alami.

Selain itu, ia juga harus mengarahkan anak-anak yang terlibat dalam rekaman, yang tentu memiliki mood naik turun saat proses pengambilan vokal.

Saat pertama kali diperdengarkan kepada orang-orang terdekat, lagu ini mendapat respons positif. Banyak yang menilai musiknya terasa seru, mudah didengar, dan video klipnya menghibur serta mudah diingat.

Melalui single ini, BABA SENJA berharap musik Betawi bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia juga ingin menunjukkan bahwa bahasa Betawi bisa menjadi sesuatu yang menarik untuk didengar tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Setelah perilisan single ini, BABA SENJA mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai mempersiapkan karya berikutnya.

Ia berencana tetap menghadirkan lagu-lagu bernuansa Betawi dengan sentuhan musik SKA, tanpa meninggalkan karakter khas budaya yang menjadi identitas utamanya sebagai musisi. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru