SUARAMUDA.NET, MAKASSAR — Generasi muda Buddhis di Makassar merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-40 Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) dengan cara yang berbeda.
Tak sekadar seremoni, mereka menggelar aksi peduli lingkungan lewat sosialisasi dan penuangan 150 liter Eco Enzyme di Kelurahan Maccini Sombala.
Kegiatan ini juga menjadi penanda satu tahun kepengurusan GEMABUDHI Provinsi Sulawesi Selatan, sekaligus momentum untuk mengajak masyarakat lebih sadar terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, berharap gerakan Eco Enzyme tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, aksi ini harus terus berlanjut sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
“Eco Enzyme adalah solusi sederhana, tapi dampaknya besar. Selain bisa mengurangi limbah organik rumah tangga, gerakan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Lurah Maccini Sombala, Fuad Raking Bajing. Ia mengaku bersyukur wilayahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, kegiatan tersebut dihadiri unsur RT, RW, serta warga setempat yang ikut mengikuti sosialisasi hingga praktik penuangan Eco Enzyme.
Baginya, kegiatan seperti ini penting sebagai sarana edukasi sekaligus aksi nyata menjaga lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Makassar saat ini cukup serius.
Ia memaparkan, pada tahun 2024 volume sampah di Makassar mencapai sekitar 800–900 ton per hari. Angka tersebut bahkan meningkat pada 2025 menjadi lebih dari 1.040 ton per hari.
“Setiap hari aktivitas masyarakat menghasilkan sampah, sementara kondisi TPA Antang juga semakin mengkhawatirkan jika tidak diimbangi kesadaran pengelolaan sampah,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai dari langkah sederhana seperti mengelola sampah organik, memanfaatkan Eco Enzyme, dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan Sumarjo serta Ketua INLA Sulawesi Selatan sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup, Tjing Ming Nelly.
Lewat aksi kecil namun berdampak ini, generasi muda Buddhis berharap semangat menjaga bumi bisa menular ke lebih banyak orang. Lingkungan bersih, masa depan pun lebih lestari. (Red)













Komentar