SUARAMUDA.NET, OGAN ILIR — Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Ogan Ilir 2026 bukan cuma forum formal tahunan. Tahun ini, panggungnya beda.
Dari sidang yang berjalan dinamis hingga momen aklamasi yang bikin haru, lahirlah nahkoda baru: alumni Timur Tengah, Andre Bahrudin, Lc., M.Pd.
Mengusung tema “Menyatukan Langkah Menuju Pemuda Ogan Ilir Berkemajuan”, Musyda ini jadi titik balik arah gerak organisasi untuk periode mendatang.
Hadir dalam forum tersebut Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan Aam Miludin, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ogan Ilir Sudarta Salman, S.E., M.M., serta sejumlah tokoh dan ortom, termasuk Tapak Suci Pimda 240 Ogan Ilir.
Ketua Pelaksana, Bakti Setiawan, menyebut Musyda kali ini diikuti perwakilan dari seluruh cabang di Ogan Ilir.
“Ini bukan sekadar agenda rutin. Musyda 2026 adalah momentum strategis untuk menentukan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan. Spiritnya jelas, menghadirkan negarawan muda,” tegas Bakti.
Aklamasi, Satu Barisan
Proses pemilihan berlangsung solid. Andre Bahrudin terpilih secara aklamasi — tanda kuatnya konsolidasi internal.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Andre tampil rendah hati namun tegas.
“Saya bukan kader yang paling layak. Amanah ini bukan kemuliaan, tapi tanggung jawab besar. Ini kerja bersama, bukan kerja satu orang. Aklamasi hari ini tanda kita ingin berjalan dalam satu barisan,” ujarnya.
Andre menegaskan, Pemuda Muhammadiyah tidak boleh sekadar eksis di kegiatan seremonial.
“Kita harus berpijak pada keikhlasan, semangat tajdid, dan komitmen pada Islam yang mencerahkan. Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi dan teladan, bukan hanya ramai, tapi nyata kontribusinya,” lanjutnya.
Fokus: Agama, Pendidikan, dan Kesehatan
Ke depan, kepengurusan baru langsung pasang target. Ada 15 program kerja yang sudah dirumuskan sebagai bahan bakar gerakan organisasi.
Andre membeberkan fokus utama ada pada penguatan bidang keagamaan, pendidikan, dan kesehatan.
“Dengan kepengurusan yang diisi para guru, ulama muda, dan praktisi kesehatan, kita punya modal besar menghadirkan dakwah yang menyejukkan, pendidikan berkualitas, dan gerakan hidup sehat yang konkret di tengah masyarakat Ogan Ilir,” katanya optimistis.
Musyda 2026 ini juga menegaskan komitmen Pemuda Muhammadiyah untuk tetap menjadi pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna perjuangan Muhammadiyah di daerah.
Di tengah tantangan polarisasi dan dinamika politik kebangsaan, kader diharapkan menjadi future talent yang kuat secara intelektual, matang secara spiritual, dan kokoh dalam integritas.
Singkatnya, Musyda kali ini bukan cuma soal ganti ketua. Ini tentang regenerasi, konsolidasi, dan mimpi besar menjadikan Pemuda Muhammadiyah Ogan Ilir sebagai motor perubahan yang berkemajuan.
Satu pesan yang menguat dari forum itu: mereka tak ingin jadi penonton. Mereka siap jadi pelaku perubahan. (Red)