SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Perayaan Imlek 2577 Kongzili alias Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Minggu (16/2/2026), benar-benar all out.
Lampion menyala, barongsai atraktif, UMKM kebanjiran pembeli—suasananya? Full vibes, full harmoni!
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan kalau Imlek di Kota Atlas bukan sekadar seremoni tahunan. Ini simbol kuat persatuan di tengah keberagaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sam Poo Kong itu harta karun Semarang. Sudah lebih dari 600 tahun berdiri, jadi saksi sejarah sekaligus magnet wisata kelas dunia,” tegasnya.

Dan ada kabar gede: tahun depan Semarang ditarget jadi tuan rumah Imlek Nasional! Artinya? Semua harus siap tempur—dari pelayanan publik sampai pelaku UMKM. Naik kelas, dong!
Tahun ini saja, 250 pedagang UMKM ikut meramaikan event. Hasilnya? Cuan ngalir deras! Pengunjung tumplek blek, dagangan laris manis.
“Tradisi jalan terus, ekonomi rakyat ikut ngebut. Ini baru kombo mantap,” kata Agustina.
Yang bikin makin spesial, tema “Harmoni Nusantara” terasa relate banget. Soalnya, Imlek tahun ini berdempetan dengan Dugderan jelang Ramadan dan awal Pra-Paskah. Tiga momentum keagamaan, satu kota, satu rasa: damai. “Ini indah. Semarang itu rumah bersama,” ujarnya.
Tak lupa, ia menyinggung ikon legendaris Warak Ngendog—simbol akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab yang hidup berdampingan tanpa drama. Beda-beda? Justru jadi warna.
Di akhir sambutan, Agustina mengajak warga menjaga suasana tetap kondusif dari rangkaian Imlek, Dugderan, sampai Ramadan.
“Atas nama Pemkot Semarang, Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga berkah, makmur, dan damai terus mengiringi langkah kita membangun Semarang yang makin hebat!” (Red)













Komentar