Hilirisasi Ekonomi sebagai Amanat Konstitusi untuk Kedaulatan dan Keadilan Sosial

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Kebijakan hilirisasi ekonomi nasional harus ditempatkan sebagai bagian dari perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan menegakkan keadilan sosial.

Politisi senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam, menegaskan bahwa hilirisasi tidak boleh direduksi menjadi sekadar program industrialisasi teknokratis yang terlepas dari nilai-nilai kebangsaan.

Ridwan menekankan bahwa sejak awal kemerdekaan, konstitusi telah menegaskan penguasaan negara atas sumber daya alam sebagai mandat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, hilirisasi harus dimaknai sebagai strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri.

“Hilirisasi adalah instrumen kedaulatan ekonomi. Jika tidak berpijak pada kepentingan nasional, ia berisiko menjadi proyek besar yang tidak sepenuhnya dinikmati oleh rakyat,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  Mengenal Bima Eka Sakti, Sang Mantan Ajudan Ganjar Pranowo: Sosok Muda-Milenial Calon Bupati Tegal

Ia mengingatkan bahwa hilirisasi yang kehilangan orientasi kebangsaan justru dapat melahirkan ketimpangan baru, khususnya di wilayah penghasil sumber daya alam.

Ridwan menyoroti masih minimnya peran masyarakat lokal dan UMKM dalam rantai nilai industri hilir, padahal merekalah bagian penting dari fondasi ekonomi nasional.

Menurutnya, meneguhkan kembali nilai peradaban bangsa berarti mengembalikan Pancasila sebagai kompas pembangunan ekonomi.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kata Ridwan, harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan hilirisasi, bukan hanya angka pertumbuhan atau peningkatan ekspor.

“Pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan akan melemahkan persatuan bangsa. Negara wajib hadir memastikan hilirisasi memperkuat ekonomi rakyat dan tidak dikuasai segelintir kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pak Kepala, Ada Program Renovasi Bangunan Madrasah nih, Cek Jika Tertarik!

Sebagai politisi yang telah lima periode menjabat anggota DPR RI, Ridwan Hisjam memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.

Ia menilai bahwa sejarah pembangunan Indonesia menunjukkan satu pelajaran utama: kemajuan bangsa hanya akan tercapai jika negara tegas berpihak pada kepentingan rakyat dan kedaulatan nasional.

Ridwan mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi strategis, memastikan alih teknologi yang nyata, serta mengintegrasikan industri hilir dengan ekonomi rakyat.

Tanpa langkah tersebut, ia mengingatkan, hilirisasi akan kehilangan makna strategisnya sebagai alat transformasi ekonomi bangsa.

Ia berharap, dengan menjadikan nilai kebangsaan dan amanat konstitusi sebagai pijakan utama, hilirisasi ekonomi dapat menjadi jalan menuju Indonesia yang berdaulat, berkeadilan sosial, dan berkelanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB