SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Langkah FAI Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Jawa Tengah, dalam menembus panggung global makin nyata.
Lewat kunjungan langsung ke Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS), Tiongkok, FAI UNISSULA menegaskan keseriusannya membangun kerja sama internasional berbasis cross-cultural understanding.
Dekan FAI UNISSULA, Assoc. Prof. Dr. Agus Irfan, M.PI, bertemu langsung dengan Assoc. Prof. Xiao Lixian, Kepala Pusat Studi Asia Tenggara GDUFS. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tapi pintu awal kolaborasi akademik lintas negara yang strategis.
Perjalanan ke China ini menjadi momentum penting bagi FAI UNISSULA untuk membuka akses global bagi mahasiswa dan dosen. Fokus rencana kerja sama mencakup pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, guest lecture, hingga pertukaran dosen.

Mahasiswa tak hanya ditargetkan unggul secara akademik, tetapi juga ditempa lewat pengalaman langsung di lingkungan sosial dan budaya Tiongkok.
Sensitivitas budaya, wawasan global, dan kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi bekal utama menghadapi dunia kerja internasional.
“Dunia akademik hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi global adalah kunci. Melalui kerja sama dengan GDUFS, kami ingin mahasiswa dan dosen FAI UNISSULA benar-benar merasakan pengalaman akademik bertaraf internasional,” tegas Agus Irfan kepada suaramuda.net, Kamis (22/1) kemarin.
Sementara itu, Assoc. Prof. Xiao Lixian menyambut UNISSULA sebagai mitra strategis. Ia menilai Indonesia—dengan kekayaan budaya dan keagamaannya—memiliki posisi penting dalam kajian Asia Tenggara di level global.

Menariknya, kunjungan dan kerja sama FAI UNISSULA dengan GDUFS ini dijembatani oleh Sino-Nusantara Institute, sebuah lembaga yang fokus memperkuat hubungan People-to-People antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui jejaring pendidikan, budaya, dan kolaborasi lintas negara.
Kunjungan ke China ini menegaskan arah baru FAI UNISSULA: kampus berbasis nilai, tapi berwawasan dunia.
Bukan sekadar kerja sama institusi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi akademisi yang siap bersaing dan berjejaring di level internasional. (Red)