Wisudawan Terbaik, IPK 4,00, Tapi Susah Dapat Kerja? Kok Bisa, ya!?

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lulusan terbaik jurusan Keuangan dan Perbankan Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH), Vietnam, dengan IPK sempurna 4,00, Chau Hoang Chi Ton. (detikcom)

Lulusan terbaik jurusan Keuangan dan Perbankan Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH), Vietnam, dengan IPK sempurna 4,00, Chau Hoang Chi Ton. (detikcom)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Nama Chau Hoang Chi Ton mungkin terdengar seperti tiket emas menuju masa depan cerah. Lulusan terbaik jurusan Keuangan dan Perbankan Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH), Vietnam, dengan IPK sempurna 4,00. Tapi siapa sangka, selepas wisuda, jalan kariernya justru berliku.

Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Bagi Ton, duduk di bangku kuliah bukan soal angka di transkrip. Ia lebih terpacu oleh rasa ingin tahu dan keinginan benar-benar paham apa yang dipelajari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama kuliah, Ton aktif berdiskusi dengan dosen dan memperdalam materi secara mandiri. Nilai tinggi datang belakangan—hasil dari proses belajar yang konsisten dan terarah.

IPK 4,00 yang ia raih bukan karena merasa paling pintar, melainkan karena disiplin mengatur waktu.

“Semua orang punya 24 jam. Saya hanya memilih menggunakannya seimbang antara belajar dan aktivitas lain. Menurut saya, itu sepadan,” ujar Ton, dikutip dari vietnam.vn Jumat (12/12/2025), seperti dikutip detikcom.

Belajar dengan Tujuan Jelas

Sebelum membuka buku, Ton selalu bertanya pada dirinya sendiri: “Saya ingin menjadi seperti apa lima atau sepuluh tahun ke depan?”

Dari sana, ia menentukan arah belajar dan strategi yang tepat. Matematika ia taklukkan dengan latihan soal, sementara mata kuliah teori ia ringkas per bab agar mudah dipahami.

Baca Juga :  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Bekali Mahasiswa Pengetahuan Basic Life Support

Yang membuat Ton berbeda adalah rasa penasarannya. Ia tak sekadar menghafal teori, tapi terus bertanya: apakah ini benar-benar dipakai di dunia kerja? bagaimana praktiknya di bisnis nyata?

Kebiasaan itu membuat ilmunya tak berhenti di ruang kelas.

IPK Sempurna, Realita Tak Sesempurna Itu

Meski lulus dengan predikat terbaik, Ton justru diuji keras saat memasuki dunia kerja. Tekanan terbesar datang dari dalam dirinya sendiri.

Sejak awal kuliah, ia sudah dihantui kecemasan soal biaya. Satu semester kuliah setara dengan hasil kerja dan tabungan keluarganya selama setahun.

Ia pun kerap bertanya, “Apakah aku layak disebut investasi yang baik bagi orang tuaku?”

Keadaan mulai membaik ketika ia mendapat beasiswa penuh. Sepanjang kuliah, Ton berhasil menyabet 6 dari 6 beasiswa prestasi akademik yang tersedia.

Surat Penolakan Jadi Menu Harian

Sayangnya, transkrip cemerlang tak otomatis membuka pintu pekerjaan. Ton mengaku berkali-kali ditolak perusahaan, bahkan tak sedikit lamaran yang tak pernah mendapat balasan.

“Itu membuat saya banyak berpikir dan sempat meragukan diri sendiri,” tuturnya.

Baca Juga :  Peringati 75 Tahun Diplomasi Indonesia-Tiongkok, PCINU Tiongkok Bedah Strategi Hadapi Ketegangan Perdagangan Global

Dari situlah ia belajar satu hal penting: dunia kerja tidak selalu mencari yang paling pintar, tapi yang paling cocok.

Masa-masa penuh penolakan itu ia gunakan untuk mengevaluasi diri—mengenali kekuatan, mengakui kelemahan, dan mencari jalur karier yang benar-benar pas.

Tak jarang, rasa ingin menyerah menghampiri. Namun, baik saat kuliah maupun saat melamar kerja, Ton selalu berhasil bangkit setelah kehilangan kepercayaan diri.

Ditempa Sulit, Dipoles Dewasa

Fase-fase berat dalam hidup justru membentuk Ton menjadi pribadi yang lebih matang dan berani. Pengalaman itu memaksanya tumbuh, melangkah lebih jauh, dan menembus batas yang dulu terasa mustahil.

Kini, Ton bekerja sebagai auditor di PricewaterhouseCoopers (PwC) Vietnam—salah satu dari “Big Four” perusahaan audit dunia.

Meski tak sepenuhnya sejalan dengan jurusan kuliahnya, pekerjaan ini memberinya wawasan luas, mulai dari standar akuntansi, prosedur audit, hingga seluk-beluk operasional bisnis.

Ke depan, Ton berencana menambah amunisi lewat sertifikasi keuangan internasional demi mempercepat laju kariernya.

Ia berharap, ilmu dan pengalamannya kelak bisa berkontribusi bagi kemajuan sektor keuangan Vietnam.

IPK boleh sempurna, tapi perjalanan hidup tetap penuh ujian. Dan di situlah, karakter benar-benar ditempa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB