VIRAL! Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an Protes UKT Mendadak: SIMA Dimatikan, Terancam Cuti Paksa!

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa Unsiq saat menggelar orasi di depan gedung rektorat kampus setempat, Selasa (28/4/2026). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang).

Sejumlah mahasiswa Unsiq saat menggelar orasi di depan gedung rektorat kampus setempat, Selasa (28/4/2026). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang).

SUARAMUDA.NET, WONOSOBO — Jagat kampus lagi panas. Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo kompak turun aksi, memprotes kebijakan yang dianggap “ngegas tanpa rem”: akun Sistem Informasi Mahasiswa (SIMA) dinonaktifkan dan ancaman cuti paksa bagi yang belum melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Aksi ini langsung ramai dibicarakan karena dianggap muncul tiba-tiba. Kebijakan pelunasan UKT penuh hingga 30 April 2026 baru diumumkan lewat surat edaran tertanggal 8 April 2026—padahal semester sudah berjalan. Mahasiswa pun merasa “dikejar deadline” tanpa aba-aba.

“Rasanya kayak bayar UKT dua kali dalam waktu mepet,” ungkap Maulana Irwan Saputra, mahasiswa semester VI, di sela aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, pembayaran UKT bisa dicicil hingga akhir semester. Tapi kini? Harus lunas lebih cepat. Kalau nggak, siap-siap akun SIMA mati dan status akademik bisa dicutikan.

Baca Juga :  Santri dan Diplomasi dari Timur: Direktur Sino-Nusantara Institute Bedah Peluang Islam Tiongkok di Kuliah Tamu UB

“Cari uang dalam sebulan itu dari mana? Kalau dari awal dikasih tahu, kami bisa siap-siap,” lanjutnya.

Masalah makin pelik karena nominal UKT nggak kecil. Di Fakultas Kesehatan misalnya, mahasiswa harus bayar sekitar Rp10 juta per semester. Kebayang kalau harus lunas dalam waktu singkat—apalagi bagi mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah.

Data yang dihimpun mahasiswa menyebut sekitar 2.000 dari total 7.000 mahasiswa terdampak langsung. Artinya, ribuan mahasiswa terancam kehilangan akses akademik hanya gara-gara belum bisa melunasi biaya.

Belum lagi urusan pengajuan penangguhan yang dibilang ribet. Prosesnya harus lewat Wakil Rektor II, dengan alur tanda tangan, unggah dokumen, sampai verifikasi yang bisa makan waktu hingga seminggu.

“Yang ngajuin penangguhan malah merasa dipersulit,” kata Maulana.

Nggak cuma soal UKT, aksi ini juga sekalian “curhat massal”. Mahasiswa menyinggung isu lain: transparansi anggaran, dosen yang sering nggak masuk, hingga fasilitas kampus yang dinilai belum maksimal.

Baca Juga :  Masa Jabatan Segera Berakhir, Kinerja BEM UMAHA Jadi Sorotan Mahasiswa

Menanggapi aksi tersebut, Rektor Zaenal Sukawi akhirnya buka suara. Ia menyatakan kampus bakal menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.

Salah satu keputusan yang langsung diumumkan: status mahasiswa yang sempat terancam cuti akan diaktifkan kembali.

“Kita akan menghidupkan kembali tentang pencutian menjadi tidak cuti,” ujar Zaenal di hadapan massa.

Ia juga menjanjikan sistem kampus yang lebih transparan dan adil, serta membuka opsi pembayaran UKT yang lebih fleksibel—termasuk skema cicilan dua sampai tiga kali dalam satu semester.

Aksi pun berakhir setelah audiensi dengan pihak rektorat. Tapi mahasiswa belum sepenuhnya lega.

Mereka menegaskan: ini belum selesai. Janji kampus akan terus dikawal sampai benar-benar terealisasi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB