Kampus Negeri Kebanyakan Terima Mahasiswa, Rektor Paramadina: Bisa “Rusak” Ekosistem Kampus!

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini. (dok istimewa)

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini. (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Dunia kampus lagi jadi sorotan. Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, angkat suara soal fenomena perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima mahasiswa dalam jumlah besar-besaran.

Menurutnya, kalau dibiarkan terus, ini bukan cuma soal kuota—tapi bisa bikin “ekosistem pendidikan tinggi” jadi timpang.

Didik menilai, saat PTN terlalu agresif menambah jumlah mahasiswa, dampaknya langsung terasa ke perguruan tinggi swasta (PTS). Persaingan jadi tidak sehat, bahkan cenderung “saling mematikan”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau PTN terus nambah mahasiswa di luar batas wajar, ini berbahaya. Ekosistem pendidikan bisa rusak, dan peran PTS makin tersingkir,” tegasnya.

Persaingan Makin Panas, PTS Tertekan

Didik menggambarkan kondisi saat ini seperti kompetisi bebas tanpa aturan jelas. PTN dan PTS dipaksa bersaing langsung, tapi dengan “modal” yang berbeda.

Baca Juga :  Selamat! Prodi PAI dan PGMI Fakultas Agama Islam Unwahas Raih Predikat Akreditasi Unggul

PTN punya dukungan negara yang kuat, sementara banyak PTS—termasuk yang berafiliasi dengan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah—justru harus berjuang lebih keras untuk bertahan.

Padahal, menurutnya, PTS sudah berkontribusi sejak sebelum Indonesia merdeka.

Negara Diminta Turun Tangan

Didik menegaskan, pemerintah dan DPR tidak boleh tinggal diam. Peran negara penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjadi ketimpangan yang makin lebar.

Ia juga mengusulkan adanya pembatasan jumlah mahasiswa di PTN agar sistem pendidikan tetap adil.

“Kalau tidak dikontrol, bisa terjadi ketimpangan struktural. PTS bisa tertekan, bahkan terancam keberlangsungannya,” ujarnya.

Soal Dana: PTN Dinilai Terlalu Dominan

Selain soal jumlah mahasiswa, Didik juga menyoroti soal pendanaan. Selama ini, PTN dinilai sudah lama menikmati dana negara dalam jumlah besar.

Baca Juga :  JQH Al Hasyimi Unwahas Perkenalkan Divisi Baru, Gus Rifqi Tekankan Pentingnya Fleksibilitas Dalam Kepemimpinan

Di sisi lain, PTN juga masih menghimpun dana dari masyarakat—misalnya dari mahasiswa—di luar APBN. Menurut Didik, hal ini harus transparan dan perlu diaudit.

“Kalau PTN juga menarik dana dari masyarakat, harus ada pertanggungjawaban. Bahkan perlu audit investigasi,” katanya.

Ia bahkan menyarankan agar dana dari APBN ke depan bisa dibagi lebih merata antara PTN dan PTS—mulai dari gaji dosen, fasilitas kampus, hingga riset.

Jangan Sampai Peran Masyarakat Tergeser

Di akhir, Didik mengingatkan, kalau PTN terus “ekspansi besar-besaran”, bukan cuma PTS yang terdampak—tapi juga peran masyarakat dalam pendidikan.

Organisasi seperti NU, Muhammadiyah, dan berbagai yayasan pendidikan bisa makin terpinggirkan.

“Kalau dibiarkan, peran masyarakat dalam pendidikan tinggi bisa hilang pelan-pelan,” tutupnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:34 WIB

Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB