Kompetisi yang Menguji, Ambisi yang Menghancurkan

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gorgonius Darsan, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Unika St. Paulus Ruteng

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kompetisi dalam lingkungan Kampus telah menjadi kenyataan yang tidak dapat dihindari. Mahasiswa saling bersaing dalam meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), aktif dalam organisasi, mengikuti lomba-lomba, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Dalam batas yang wajar, persaingan tersebut mampu mendorong mahasiswa menjadi lebih disiplin, produktif, serta bersungguh-sungguh dalam mengembangkan potensi diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan muncul ketika kompetisi bergeser menjadi ambisi yang berlebihan. Kampus yang menjadi wadah sebagai ruang dialog, pertukaran ide, dan pertumbuhan intelektual justru berubah menjadi ajang pembuktian diri dan persaingan gengsi.

Baca Juga :  Dari Bandung ke BoP: Masihkah Indonesia Setia pada Idealisme Dunia Ketiga?

Mahasiswa tidak lagi berfokus pada pendalaman ilmu, melainkan lebih menekankan pencapaian nilai tinggi dan pengakuan sosial. IPK kemudian dipandang sebagai tolok ukur utama harga diri, sementara proses pembelajaran dan nilai integritas perlahan terabaikan.

Ambisi yang tidak terkendali berpotensi merusak hubungan antarmahasiswa. Sikap tidak berbagi materi, menutup diri dalam diskusi, bahkan tindakan tidak jujur dalam kegiatan akademik dapat muncul demi mempertahankan prestasi.

Tekanan untuk selalu unggul baik yang datang dari keluarga, lingkungan pergaulan, maupun dorongan pribadi sering kali membuat mahasiswa merasa gagal ketika hasil yang dicapai tidak sesuai harapan. Padahal, capaian akademik bukan satu-satunya indikator kualitas seseorang.

Baca Juga :  Jalan Rusak, Harapan Terputus: Potret Ketimpangan Infrastruktur dari Dusun Renek

Pada era yang menuntut kolaborasi seperti sekarang, kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, serta menjunjung tinggi integritas justru menjadi kompetensi yang lebih relevan dibandingkan sekadar kemampuan bersaing secara individual.

Perguruan tinggi seharusnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling mendukung, berbagi pemikiran, dan berkembang bersama dalam suasana yang sehat dan konstruktif.

Maka, kompetisi di bangku kuliah semestinya berfungsi sebagai sarana untuk menguji kapasitas diri dan memperkuat karakter, bukan merusak persaudaraan.

Meraih prestasi akademik tentu merupakan hal yang baik, namun membangun kepribadian yang berintegritas serta mampu bekerja sama dengan orang lain jauh lebih bernilai dalam kehidupan jangka panjang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB