Mengenal Prosesi Jejak Banon Sultan HB X, Tradisi Yogyakarta yang Diperingati Sewindu Sekali

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Yogyakarta memang selalu punya daya tarik tersendiri. Selain wisata alam dan kulinernya, budaya di kota ini juga kaya banget.

Salah satunya adalah prosesi Jejak Banon Sultan Hamengkubuwono X, sebuah tradisi unik yang hanya digelar setiap delapan tahun sekali alias sewindu.

Nggak heran kalau momen langka ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat dan wisatawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu Jejak Banon Sultan HB X?

“Banon” merujuk pada jejak spiritual dan perjalanan kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono X.

Prosesi ini punya filosofi mendalam: menjaga keselarasan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga :  Usai Dikukuhkan Jadi Ketua FKUB Jateng, Prof Imam Yahya Siapkan Program untuk Jateng yang Kondusif

Jadi, bukan sekadar seremoni budaya, tapi juga pengingat pentingnya harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana prosesi ini berlangsung?

Prosesi Jejak Banon biasanya melibatkan iring-iringan kerajaan lengkap dengan abdi dalem, gamelan, serta berbagai simbol tradisi Jawa.

Setiap detail, mulai dari sesaji, arah perjalanan, hingga doa yang dipanjatkan, punya makna filosofis. Semuanya dirangkai untuk menunjukkan betapa berharganya kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Magnet budaya dan pariwisata Yogyakarta
Karena hanya muncul sewindu sekali, wajar banget kalau masyarakat Jogja sampai wisatawan dari luar kota rela datang khusus buat menyaksikan.

Selain menikmati prosesi, pengunjung juga bisa merasakan atmosfer spiritual yang kuat. Bahkan banyak anak muda yang ikut mendokumentasikan prosesi ini lewat foto, video, sampai konten kreatif di media sosial.

Baca Juga :  Begini Kemeriahan "10 tahun Diplomasi Indonesia" yang Digelar di FISIP Unwahas

Tradisi ini sekaligus membuktikan kalau budaya Jawa masih relevan di era modern. Meski kental nuansa sakral, Jejak Banon tetap jadi ruang kebersamaan yang hangat, di mana semua orang bisa ikut merayakan.

Catat baik-baik! Kalau ada kabar digelarnya Jejak Banon Sultan HB X, jangan sampai kelewatan. Ingat, event budaya Jogja ini cuma ada sekali dalam delapan tahun. Langka banget kan? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:31 WIB

Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum

Berita Terbaru