Hujan Lebat Tiba-tiba Mengguyur Jateng Saat Musim Kemarau, Tolong Perhatikan Penjelasan BMKG ini!

- Penulis

Selasa, 10 September 2024 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Kompas.com.edisi Senin (9/9/2024) merilis artikel terkait warganet yang menyebut wilayah Jawa Tengah (Jateng) tiba-tiba diguyur hujan saat cuaca sedang panas-panasnya di awal September 2024. Cuitan warganrt itu ramai di media sosial X.

Menurut akun @SmgMenfess, Minggu (8/9/2024), wilayah Semarang timur sudah diguyur hujan setelah mengalami cuaca panas. Warganet lain melalui akun @Jateng_Twit, Senin, juga menyampaikan, beberapa wilayah di Jateng mulai diguyur hujan pada Senin (9/9/2024).

“Hujan mulai turun di Wonosobo, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Tegal, Sragen, Kranganyar, Solo, Wonogiri, mungkin Klaten juga hujan,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan BMKG

Menanggapi ramainya cuitan warganet itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memberikan tanggapannya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jateng Sukasno membenarkan bahwa beberapa wilayah Jateng mulai dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu setelah mengalami cuaca panas.

Ia menjelaskan, ada tiga faktor yang menyebabkan hujan turun setelah cuaca panas berlangsung. Pertama, faktor Madden Julian Oscillation (MJO) yang merupakan aktivitas intra seasonal di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi.

Baca Juga :  Pesawat Tempur AS F-22 Raptor Akan Mendarat di Bali: Perdana dalam Sejarah, Cuy!

Fenomena tersebut bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari. Selain itu, turunnya hujan di wilayah Jateng disebabkan oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuator di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sebagai informasi, gelombang Rossby Equator adalah gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat dan terletak di sepanjang ekuator yang berlangsung selama 7-10 hari.

“(Faktor lainnya) indeks labilitas yang labil di wilayah Jawa Tengah berpotensi meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah kejadian,” jelas Sukasno seperti dilansir Kompas.com, Senin (9/9/2024).

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo menegaskan, turunnya hujan di wilayah Jateng tidak dipengaruhi oleh siklon tropis Yagi.

Untuk diketahui, siklon tropis tersebut sempat terdeteksi di wilayah Indonesia pada awal September 2024 sebelum bergerak dan memicu badai besar di China, Filipina, dan Vietnam.

“Ga ada, Siklon Yagi terlalu jauh lokasinya utk secara langsung mempengaruhi hujan di Jateng,” kata Yoga seperti dikonfirmasi Kompas.com.

Baca Juga :  Jalin Sinergistas, KPU Jateng Gandeng Insan Pers Tekankan Nilai-nilai Demokrasi

Imbauan BMKG

Turunnya hujan di Jateng setelah dilanda cuaca panas beberapa hari terakhir sesuai dengan perkiraan BMKG yang diterbitkan pada Sabtu (7/9/2024) lalu.

BMKG sempat mengeluarkan perkiraan hujan lebat pada Minggu dan Senin untuk berbagai wilayah, yakni Banjarnegara, Wonosobo, Batang, Kendal, Pekalongan, Temanggung, Magelang, Sragen, Grobogan, Purbalingga, Banyumas, dan sekitarnya.

Terkait turunnya hujan di Jateng, Yoga meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan.

Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir, terutama bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Selain itu, masyarakat yang wilayahnya belum dilanda hujan juga diimbau mewaspadai kenaikan temperatur dan kemudahan kebakaran lahan dan hutan.

“Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses website https://www.bmkg.go.id, Instagram @cuaca_jateng, dan Twitter @cuacajateng, aplikasi iOS dan android “Info BMKG”, call center 196 BMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” pungkas Yoga. (Red)

Sumber: Kompas.com

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru