Mahfud MD Tegas: Demo Sah, Tapi Jangan Sampai Jadi Perang Rakyat vs Aparat!

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD/ pinterest

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD/ pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD

akhirnya buka suara soal aksi protes besar-besaran yang mengguncang Indonesia belakangan ini.

Lewat kanal YouTube pribadinya, Sabtu (30/8/2025), Mahfud menegaskan dirinya 100 persen mendukung demonstrasi rakyat, tapi mengingatkan bahwa kondisi sekarang sudah kelewat jauh karena menelan banyak korban jiwa dan kerugian materiil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita setuju protes diperkeras. Kita paham itu. Tapi yang terjadi sekarang mungkin sudah terlalu jauh,” tegas Mahfud.

Ia menyebut, demonstrasi yang awalnya jadi wadah menyuarakan kekecewaan kini berubah jadi tragedi.

Mulai dari kasus Affan Kurniawan, ojol yang tewas dilindas rantis Brimob di Jakarta, hingga kabar tiga orang meninggal dalam kerusuhan di Makassar. Bahkan, di Bandung polisi ada yang dikejar, ditangkap, hingga ditendang massa.

Baca Juga :  Pulau Komodo Masuk Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi BBC, Indonesia Makin Mendunia!

Di sisi lain, Mahfud juga menyoroti tindakan brutal aparat. “Ada video beredar, seorang demonstran ditangkap lalu dikeroyok rame-rame oleh Brimob di flyover Jakarta. Ini sudah tidak sehat,” katanya.

Tak hanya korban manusia, Mahfud menggambarkan suasana mencekam di lapangan: mobil-mobil hangus terbakar, gedung-gedung dijebol, hingga penjarahan. Menurutnya, kondisi ini harus segera ditangani dengan bijak.

Bukan Polisi vs Rakyat

Mahfud paham aparat berada di posisi sulit—terjepit antara perintah atasan dan amarah massa di jalanan. Karena itu, ia menekankan agar pimpinan Polri bertanggung jawab penuh dengan memberi komando yang cermat.

Baca Juga :  Bikin Cemas Engga Sih, Bikin Rumah Sendiri Aja Kena Pajak 2,5 Persen? Tapi Tenang, Begini Penjelasannya

“Jangan sampai bentrokan makin jadi. Aparat itu bukan musuh rakyat, rakyat juga bukan musuh aparat,” pesan Mahfud.

Menurutnya, tragedi ini berawal dari akumulasi kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah dan sikap politisi yang arogan. Ia menilai, elite politik justru yang harus disalahkan karena gagal membaca keresahan publik.

“Politisi banyak yang arogan, tidak punya empati. Itu yang bikin rakyat panas,” ujarnya.

Mahfud lalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah milik bersama. “Wahai rakyat, aparat bukan musuh Anda. Wahai aparat, rakyat juga bukan musuh Anda. Musuh sebenarnya adalah kebijakan-kebijakan keliru dan pejabat yang korup. Itu yang harus kita tuntaskan,” pungkasnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB