Mahasiswa ITB Angkat Budaya Jawa ke Panggung Dunia, Tembus Konferensi NLP Paling Bergengsi di Vienna

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Rifqi Farhansyah saat mempresentasikan poster paper pada Main Conference ACL 2025 di Austria Center Vienna, Selasa (29/7/2025). (Dok. pribadi)

Mohammad Rifqi Farhansyah saat mempresentasikan poster paper pada Main Conference ACL 2025 di Austria Center Vienna, Selasa (29/7/2025). (Dok. pribadi)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa sangka, dari Magelang ke Vienna, jejak langkah seorang mahasiswa bisa mengangkat budaya Jawa ke panggung dunia.

Dialah Mohammad Rifqi Farhansyah, mahasiswa Teknik Informatika ITB yang sukses menorehkan prestasi langka: jadi satu-satunya mahasiswa S1 asal Indonesia yang karyanya tembus Main Conference Association for Computational Linguistics (ACL) 2025 di Austria.

Buat yang belum tahu, ACL ini ibarat “Liga Champions”-nya dunia riset bahasa dan kecerdasan buatan. Hanya 20% naskah terbaik dari ribuan pengajuan yang bisa lolos.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biasanya, nama-nama besar macam Google, Microsoft, Amazon, sampai kampus elite dunia—MIT, Stanford, Oxford—jadi pengisi daftar pesertanya. Nah, di tengah dominasi para peneliti senior, Rifqi hadir membawa warna baru.

Poster paper Mohammad Rifqi Farhansyah, Selasa (29/7/2025). (Dok. pribadi)

Karyanya berjudul “Do Language Models Understand Honorific Systems in Javanese?” mengulik hal yang sangat dekat dengannya: bahasa Jawa dengan segala tingkatannya, atau yang dikenal sebagai Unggah-Ungguh Basa.

Baca Juga :  Siapa Sosok Annette Liana Dewi, Sekretaris Cantik Prabowo Subianto

Sejak kecil, Rifqi akrab dengan tata bahasa halus ini. Dari situ, ia menciptakan korpus “UNGGAH-UNGGUH” untuk menguji apakah model bahasa raksasa seperti ChatGPT dan Gemini benar-benar paham nuansa bahasa Jawa.

Hasilnya? Masih jauh dari sempurna. Model canggih dunia ternyata sering gagal menjaga level kesantunan bahasa. Penemuan ini bukan cuma soal teknis, tapi juga cara melestarikan budaya melalui teknologi.

Tak berhenti di situ, Rifqi juga jadi penulis utama di riset kolaboratif se-Asia Tenggara berjudul “Crowdsource, Crawl, or Generate? Creating SEA-VL, a Multicultural Vision-Language Dataset for Southeast Asia.”

Lagi-lagi, kedua paper tersebut diterima di Main Conference ACL 2025 saat statusnya masih …mahasiswa S1!

Baca Juga :  Anak Nelayan Asal Kubu Raya Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Beijing Forestry University China

Perjalanan Rifqi tentu bukan tanpa tantangan. Keterbatasan komputer untuk eksperimen riset jadi kendala besar. Untungnya, ia mendapat dukungan research grant dari Boston University.

Perjalanan ke Austria pun terbantu lewat Diversity and Inclusion Travel Grant dari Apple, plus support akomodasi dari Monash University.

“Riset itu dunia yang menyenangkan dan penuh peluang. Semoga bisa menginspirasi mahasiswa Indonesia lain untuk berani mencoba,” ujar Rifqi.

Ke depan, ia sudah menyiapkan mimpi besar: lanjut S3 di universitas top dunia, lalu kembali membina generasi muda Indonesia, khususnya yang punya keterbatasan ekonomi, agar bisa ikut berkiprah di dunia teknologi.

Dari Magelang untuk dunia, Rifqi membuktikan bahwa riset bukan hanya soal angka dan algoritma, tapi juga tentang identitas, budaya, dan keberanian untuk bermimpi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
Anies Baswedan “Naik Kelas” ke Riyadh, Jakarta Kini Jadi Contoh Kota Modern Dunia
Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya
Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!
Suara Legendaris dari Layar Hitam Putih: Kisah Santai Yasir Den Has yang Bikin Kangen Zaman Dulu
Mantap Jiwa! Veda Ega Lolos Q2 di Moto3 Amerika Serikat
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Senin, 8 Juni 2026 - 08:43 WIB

Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:26 WIB

Anies Baswedan “Naik Kelas” ke Riyadh, Jakarta Kini Jadi Contoh Kota Modern Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:50 WIB

Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya

Berita Terbaru