Silat Pisau Anambas: Warisan Budaya Unik yang Bertahan di Ujung Nusantara

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, KEPULAUAN ANAMBAS, RIAU — Seni bela diri silat telah lama menjadi identitas budaya Indonesia yang tersebar di berbagai pelosok negeri.

Salah satu varian yang unik dan sarat makna adalah Silat Pisau Anambas, yang berkembang di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Berbeda dengan silat pada umumnya yang menggunakan tangan kosong, seni bela diri ini memadukan gerakan silat tradisional dengan sepasang pisau, menciptakan sebuah pertunjukan sekaligus teknik bela diri yang memukau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bertemu Sang Maestro

Dr. Ahmad Fahrurodji, Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, dari Kementerian Kebudayaan belum lama ini berkunjung ke Anambas untuk memverifikasi keunikan Silat Pisau Anambas.

Mereka bertemu dengan Mahizi (72 tahun), yakni sang maestro yang tinggal di Desa Candi, Kecamatan Palmatak.

Menurut Mahizi, mempelajari Silat Pisau Anambas bukanlah hal biasa. Ada ritual khusus yang harus dilalui, termasuk penyiapan kain kafan sebagai simbol keseriusan dan kesiapan menghadapi risiko.

Baca Juga :  Nilai Ekspor Jateng Tumbuh Positif, Capai 896,50 Juta dolar AS

“Murid harus benar-benar yakin dan tulus, karena latihannya menggunakan pisau sungguhan,” ujarnya.

Tak heran, ketiga putranya sendiri memilih profesi lain, dan saat ini hanya ada empat murid yang masih aktif mempelajari seni bela diri ini.

Pentingnya Pelestarian Budaya Terluar Indonesia

Dr. Fahrurodji menekankan bahwa melestarikan warisan budaya seperti Silat Pisau Anambas bukan sekadar mengenalkan kekayaan seni, tetapi juga memperkuat identitas dan nasionalisme generasi muda.

“Masyarakat Anambas tidak hanya kaya akan alam, tapi juga budaya yang perlu dijaga,” ujarnya.

Dosen S2 Kajian Asia Tenggara FIB UI ini juga menyoroti posisi strategis Anambas sebagai wilayah yang pernah menjadi jalur interaksi budaya Melayu dan Asia Tenggara.

“Bahkan di sini ada makam orang Vietnam, yang menjadi bukti sejarah hubungan antarbangsa yang panjang,” tambahnya.

Baca Juga :  Peneliti BRIN Bantah Terlibat Skandal Riset Palsu di Denmark: "Itu Bukan Saya"

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Selama kunjungan, tim dari Jakarta didampingi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Anambas, termasuk Kadisbudpar Effi Sjuhairi dan stafnya.

Kerja sama ini memudahkan proses verifikasi sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya.

Fahrurodji berharap, upaya pelestarian tidak berhenti di sini. “Budaya adalah soft power yang bisa memperkuat identitas bangsa sekaligus diplomasi internasional,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat, Silat Pisau Anambas bisa tetap hidup dan dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Keberadaan Silat Pisau Anambas adalah bukti bahwa Indonesia masih menyimpan banyak warisan budaya yang unik dan penuh makna.

Di tengah arus modernisasi, seni bela diri ini tidak hanya perlu dilindungi, tetapi juga diangkat sebagai kebanggaan nasional.

Semoga kisah Mahizi dan murid-muridnya menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan warisan leluhur sebelum punah ditelan zaman. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB