Kini Rusia-China Resmi Dukung Rezim Taliban di Afghanistan, Lantas Bagaimana dengan Amerika Serikat?

- Penulis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Taliban / pinterest

Ilustrasi Taliban / pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kini, China menyatakan dukungannya terhadap keputusan Rusia yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Beijing dalam statement-nya menegaskan pentingnya keterlibatan komunitas internasional dengan Afghanistan.

“Sebagai tetangga Afghanistan yang bersahabat, pihak China selalu percaya bahwa Afghanistan tidak boleh dikecualikan dari komunitas internasional,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning pada Jumat (4/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul setelah Rusia menjadi negara besar pertama yang secara terbuka mengakui kekuasaan Taliban.

Baca Juga :  Kremlin: Sanksi Barat Tak Mampu Hapus Peran Rusia sebagai Pemasok Utama Energi Dunia

Rezim Taliban di Afghanistan kembali berkuasa sejak 2021 usai menggulingkan pemerintahan yang didukung Barat.

Kendati belum memberikan pengakuan resmi, namun China telah menampung duta besar Taliban di Beijing. Keduanya menjaga hubungan diplomatik aktif.

“Tidak peduli bagaimana situasi internal atau eksternal berubah di Afghanistan, hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Afghanistan tidak pernah terputus,” tegas Mao.

Dia menambahkan bahwa kedutaan kedua negara terus berfungsi normal. Kedutaan China, berperan positif dalam mendorong pengembangan hubungan bilateral.

Baca Juga :  Prabowo Datang, Tapi Putin dan Xi Jinping Absen di Pertemuan BRICS, Kenapa tuh?

Taliban saat ini tengah berupaya mendapatkan pengakuan internasional dan menarik investasi asing untuk membangun kembali negara yang luluh lantak akibat empat dekade konflik, termasuk invasi Uni Soviet pada 1979-1989.

Tapi, China tetap menyerukan reformasi politik, peningkatan keamanan, dan perbaikan hubungan regional sebagai syarat menuju pengakuan diplomatik penuh terhadap Taliban.

Terkait hal itu, hingga artikel ini dirilis, Amerika Serikat belum memberikan respon atas sikap Rusia dan China atas dukungannya terhadap rezim Taliban. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik
Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:28 WIB

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB