Teman Sehat, Nggak Harus Banyak

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pertemanan/ sumber: pinterest

Ilustrasi pertemanan/ sumber: pinterest

Oleh: Satria Putra Ramadhani

SUARAMUDA, SEMARANG – Meski punya banyak teman di media sosial, banyak orang masih merasa kesepian. Kualitas pertemanan ternyata lebih penting daripada jumlahnya.

Artikel ini membahas kenapa teman sehat itu bukan soal banyaknya, tapi tentang siapa yang benar-benar bisa kita andalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di zaman sekarang, punya banyak kenalan mudah banget apalagi lewat media sosial. Tapi, apakah semua kenalan itu benar-benar teman?

Jangan sampai kita terjebak dalam anggapan bahwa semakin banyak teman, semakin bahagia.

Justru, yang paling penting adalah siapa yang bisa kita percaya saat susah dan siapa yang benar-benar peduli.

Sebuah studi dari University of Leeds menunjukkan kalau punya satu atau dua sahabat yang benar-benar dekat jauh lebih baik untuk kesehatan mental daripada punya banyak teman yang hanya sebatas basa-basi.

Ini membuktikan bahwa kedekatan dan kepercayaan jadi kunci utama, bukan sekadar jumlah.

Psikolog Brené Brown pernah bilang bahwa kebutuhan manusia akan hubungan yang bermakna itu sangat besar.

Kalau kita merasa sendiri, walau dikelilingi orang banyak, itu karena kualitas hubungan yang kurang, bukan karena jumlahnya.

Sering kali, kita merasa capek saat harus menjaga ‘topeng’ di depan teman-teman yang tidak benar-benar memahami kita.

Baca Juga :  "Telat": Lagu Duet Penuh Emosi dari Happy Hanyu dan Tiyo LDR

Teman sehat adalah mereka yang membuat kita bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi. Mereka adalah orang yang kita bisa percaya, berbagi suka dan duka tanpa harus berpura-pura.

Tapi sayangnya, budaya “pertemanan kuantitas” yang diukur dari jumlah followers atau undangan nongkrong sering bikin kita lupa arti sesungguhnya dari kata ‘teman’.

Kebahagiaan bukan soal berapa banyak yang ‘like’ postingan kita, tapi soal siapa yang benar-benar hadir saat kita butuh.

Ketahui Teman Sehat

Cara gampang mengetahui teman sehat adalah dengan melihat perasaan kita setelah bertemu mereka.

Jika kita merasa lebih rileks, dimengerti, dan dihargai, berarti itu hubungan yang sehat.

Sebaliknya, kalau kita merasa stres, minder, atau terbebani, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan ulang.

Orang yang cenderung introvert biasanya merasa cukup dengan sedikit teman dekat yang mereka percaya.

Sementara yang ekstrovert punya jaringan sosial yang lebih luas, tapi tetap butuh tempat aman untuk pulang dan merasa diterima.

Jadi, tidak ada patokan pasti soal berapa banyak teman yang ideal.

Cara Bangun Hubungan yang Sehat

Lantas, bagaimana membangun hubungan yang sehat?

Pertama, pilih teman yang memang membawa energi positif dan tidak membuat kita merasa terbebani.

Baca Juga :  Mengubah Limbah Kulit Naga Menjadi Nata de Dragon: Inovasi Pangan Fermentasi UPN “Veteran” Jawa Timur di Desa Karangkuten

Jangan takut mengurangi interaksi dengan orang yang justru bikin pikiran kita negatif.

Kedua, manfaatkan media sosial dengan bijak. Gunakan platform tersebut untuk memperkuat hubungan, bukan hanya sekadar pamer atau cari validasi.

Komunikasi langsung yang tulus jauh lebih bermakna daripada sekadar “like” atau komentar singkat.

Ketiga, bangun komunikasi yang jujur dan terbuka. Saling mendengarkan dan saling mendukung adalah fondasi pertemanan yang kuat.

Teman sehat juga berani mengingatkan kita jika ada hal yang kurang tepat, bukan hanya sekadar menyenangkan.

Terakhir, jangan lupa untuk jadi teman sehat bagi orang lain. Tunjukkan perhatian, dengarkan dengan sepenuh hati, dan hadir saat mereka butuh.

Ingat, pertemanan itu saling memberi dan menerima, bukan cuma soal mengambil.

Penutup

Teman sehat itu ibarat asupan yang bikin kita kuat menjalani hidup. Meski jumlahnya sedikit, dampaknya luar biasa.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, jangan tergoda punya banyak teman tanpa makna. Lebih baik punya sedikit teman yang benar-benar hadir dan peduli.

Mulailah dari sekarang untuk memilih relasi yang bikin hati tenang, bukan yang bikin pusing. Karena sesungguhnya, teman yang sehat nggak harus banyak, tapi yang tepat. (Red)


Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan
MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:58 WIB

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:16 WIB

REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:16 WIB

Messi Ukir Sejarah! Jadi Raja Gol Piala Dunia, Golden Boot 2026 Masih Diperebutkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:39 WIB

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan

Berita Terbaru

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB