Menyayangkan Penghentian Sistem Buka Tutup Jembatan Emas

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Annisa Miftahul Jannah Winarko, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Annisa Miftahul Jannah Winarko, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Annisa Miftahul Jannah Winarko *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Jembatan Emas di Bangka merupakan satu-satunya jembatan dengan sistem buka tutup di Indonesia setelah Jembatan Ampera di Palembang.

Jembatan itu tidak hanya berperan penting dalam menghubungkan Kota Pankalpinang dan Kabupaten Bangka, tetapi juga menjadi ikon yang luar biasa serta objek wisata yang menarik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi sayangnya, keputusan Gubernur Hidayat Arsani untuk menghentikan fungsi buka tutup jembatan ini memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Menyoal Koleksi Pernyataan 'Nyelekit ala Elite'

Meskipun sistem hidrolik jembatan telah diperkuat, risiko kerusakan terus meningkat akibat teknologi yang sudah usang dan tidak lagi diproduksi.

Ketika jembatan tidak berfungsi membuka akses bagi kapal yang melintas, hal ini dapat mengganggu pelayaran ke Pelabuhan Pangkalbalam—yang berpotensi menyebabkan kelangkaan dan peningkatan harga bahan baku.

Biaya operasional sebesar Rp 1,6 miliar per tahun, serta penambahan gaji operator dan harga bahan bakar solar yang melonjak, menyebabkan pendekatan yang lebih efisien dalam keamanan dan anggaran menjadi pilihan yang logis.

Baca Juga :  Dari Irak ke Venezuela: Kebijakan Luar Negeri AS dalam Cermin Sejarah

Jembatan Emas bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga simbol kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.

Dengan mengakhiri fungsi buka tutup, kita mungkin kehilangan salah satu aspek khas yang membedakan jembatan ini dari jembatan lainnya, yang dapat berdampak pada nilai estetika dan daya tarik wisata. (Red)

*) Annisa Miftahul Jannah Winarko, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru