Profil Harjanto Halim – CEO Marimas Pembuat Sayembara Kaos Legendaris Marimas 1995 yang Viral di Jagad TikTok

- Penulis

Kamis, 17 April 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosok Inspiratif Jateng Harjanto Halim (SM/dok)

Sosok Inspiratif Jateng Harjanto Halim (SM/dok)

SUARAMUDA, SEMARANG — Harjanto Halim adalah sosok di balik suksesnya PT Marimas Putera Kencana, produsen minuman serbuk instan yang sangat dikenal masyarakat Indonesia, terutama dengan produk legendarisnya: Marimas.

Sebagai CEO, Harjanto tidak hanya membawa Marimas menjadi merek minuman serbuk yang ikonik, tapi juga dikenal sebagai inovator kreatif dalam strategi pemasaran yang membekas di ingatan publik.

Lahir dan besar di Semarang, Harjanto mewarisi semangat wirausaha dari keluarganya. Dengan latar belakang teknik, ia bergabung dalam bisnis keluarga pada awal tahun 1990-an.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Marimas sendiri mulai diproduksi pada tahun 1995, dengan cita rasa minuman segar yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia, seperti jeruk, mangga, dan melon.

Keberhasilan produk ini tidak lepas dari kepiawaian pemilik nama Tionghoa Liem Tun Hian dalam memasarkan dan membangun kedekatan emosional dengan konsumen.

Dikutip dari Kaltim Post, Harjanto Halim lahir dari seorang ibu bernama So Sioe Dwan, sedangkan ayahnya bernama Harjanto. Selain sebagai bos perusahaan, Harjanto Halim dikenal pula sebagai aktivis sosial.

Baca Juga :  PC IPNU IPPNU Sukoharjo Gaspol Rapimcab, Panaskan Mesin Menuju Konfercab

Sosoknya adalah Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) yang kegiatannya dimaksudkan untuk meningkatkan minat wisatawan ke Semarang, menjadi dosen tamu di Universitas Katolik Soegijapranata, dan juga dewan penyantun Unnes.

Mengawali usaha dari skala industri rumah tangga, kini pabrik Marimas yang dipimpinnya eksis di Kawasan Industri Candi, Semarang.

Sayembara ‘Kaos Marimas 1995

Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan Marimas adalah tantangan unik di TikTok berupa sayembara kaos Marimas yang pertama kali dibagikan pada tahun 1995.

Di tengah persaingan ketat dengan produk-produk minuman lain, Harjanto menggagas ide unik, dengan promosi lewat sosial media TikTok.

Ide mencari kaos yang dibagi pada tahun 1995 ini diluncurkan sebagai kampanye nasional dan dengan cepat menarik perhatian anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Baca Juga :  Video Klip Baru, Veravey Membawa Anda ke dalam Dunia "CINTA KALI INI", Sebuah Karya Musik yang Menggetarkan Hati

Alhasil, sayembara bernilai Rp 30 juta tersebut berhasil. Kaos yang dicari ternyata masih disimpan warga Pekalongan, bernama Khoiri.

Kaos tersebut pemberian ayahnya, Damiri (70) yang hingga kini masih menjadi tukang becak.

Titik Balik Strategi Marimas

Keberhasilan sayembara ini menjadi titik balik dalam strategi promosi Marimas. Ia menyadari bahwa membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen jauh lebih penting daripada sekadar beriklan.

Ia kemudian melanjutkan pendekatan ini dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, menjadikan Marimas sebagai merek yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun nilai.

Kini, Harjanto Halim dikenal sebagai pemimpin yang visioner, merakyat, dan selalu terbuka dengan ide-ide baru.

Di bawah kepemimpinannya, Marimas tetap eksis di tengah gempuran produk-produk baru dan tetap relevan di berbagai generasi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB