Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ditinjau dari Keadilan Sosial

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa sedang menyantap makan bergizi gratis dari pemerintah/ sumber foto; tempo.co

Siswa sedang menyantap makan bergizi gratis dari pemerintah/ sumber foto; tempo.co

SUARAMUDA, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program unggulan yang dijanjikan pada saat kampanye calon presiden nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai calon wakil presidennya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Program makan bergizi gratis yang diusulkan oleh Prabowo Subianto berawal dari kekhawatirannya terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia.

Berdasarkan data yang Prabowo paparkan, sekitar 25% anak-anak di Indonesia tidak sarapan setiap hari. Jika demikian, program MBG ini memiliki tujuan mulia yang sejalan dengan sila kelima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui program ini, pemerintah berusaha memberikan akses yang merata kepada seluruh siswa di Indonesia tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial.

Setiap siswa, baik dari keluarga yang kurang mampu maupun keluarga yang lebih sejahtera, mendapat kesempatan yang sama untuk menikmati makanan bergizi di sekolah.

Langkah ini mencerminkan prinsip keadilan sosial, karena semua siswa diperlakukan setara dan memperoleh manfaat yang sama demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Cara Unik TK Tunas Mekarsari Kota Malang dalam Menyambut Ramadhan

Program Makan Bergizi

Tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada kesehatan mental dan fisik siswa.

Dengan adanya akses makanan bergizi di sekolah, anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak perlu khawatir tentang ketersediaan makanan.

Hal ini dapat mengurangi stres dan kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan dasar, yang pada akhirnya mendukung kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Selain itu, anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi cenderung lebih aktif dan fokus dalam belajar, yang penting bagi perkembangan akademik mereka.

Secara keseluruhan, program makan bergizi terbukti memiliki manfaat yang luas, dari peningkatan prestasi akademik hingga perbaikan kesehatan fisik dan mental siswa.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi muda. Program ini juga diharapkan berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial yang ada di Masyarakat.

Baca Juga :  Makin Jauh dari Ekspetasi! Makan Siang Gratis Tak Semua Dapat Susu, Diganti Telur dan Daun Kelor

Dengan menyediakan makanan bergizi gratis, siswa dari keluarga kurang mampu dapat terpenuhi kebutuhan gizinya tanpa harus terbebani dengan biaya tambahan.

Kebutuhan gizi yang tercukupi akan membantu meningkatkan kesehatan siswa dan memperbaiki kemampuan belajar mereka.

Hal ini tentu akan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi siswa untuk berprestasi di sekolah, sehingga potensi mereka tidak terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

Lebih dari sekadar bantuan materi, program makan bergizi gratis ini juga menghidupkan nilai keadilan sosial yang mendasar.

Dalam hal ini, setiap warga negara mendapatkan hak dan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang. Program ini juga membantu mereka meraih masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.

Pemerintah berperan dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan semua siswa belajar dengan baik tanpa harus khawatir akan kebutuhan dasar seperti asupan makanan bergizi. (Red)

Penulis: Lutfiyah Yuliyanti, Mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru