Menyibak Tabir Hubungan Industrial: Kisah Mahasiswa PKL Selama Tiga Bulan di Disnakertrans

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ajeng Hasti Widya, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Kampus Serang

Ajeng Hasti Widya, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Kampus Serang

SUARAMUDA, SERANG, BANTEN – Tiga bulan PKL di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang terasa seperti memasuki dunia yang kompleks dan dinamis.

Awalnya saya hanya memiliki gambaran umum tentang hubungan industrial, tetapi pengalaman langsung di lapangan memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam.

Minggu-minggu pertama saya diisi dengan pengenalan terhadap struktur organisasi Disnakertrans dan berbagai program kerjanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama PKL saya berkesempatan untuk mengikuti rapat internal, berpartisipasi dalam kegiatan program kerja.

Selain itu, tugas membuat surat keputusan mediasi dalam perselisihan hubungan industrial serta mempelajari berbagai peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan tak luput saya ikuti.

Tugas utama saya membuat dan mencetak surat, menginput pendataan, serta merevisi data.

Pengalaman ini memberikan saya pemahaman mendalam tentang bagaimana terstrukturnya prosedur dalam membuat laporan kegiatan.

Selain itu saya juga belajar cara disiplin akan waktu, beradaptasi dengan cepat dan memprioritaskan tugas dengan baik.

Saya terkesan dengan dedikasi para pegawai Disnakertrans dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul.

Baca Juga :  FIFA Posting Ilustrasi Timnas Indonesia dengan Latar Tugu Jogja di Akun Instagram Resminya, Siapa yang Buat?

Mereka tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga berusaha mencari solusi yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, yaitu pekerja dan pengusaha.

Selama PKL saya banyak belajar memahami tentang dinamika hubungan industrial yang kompleks.

Saya menyaksikan langsung bagaimana perselisihan antara pekerja dan pengusaha dapat muncul, mulai dari masalah upah, jam kerja, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Saya juga belajar tentang pentingnya dialog dan negosiasi dalam menyelesaikan perselisihan.

Para mediator Disnakertrans berperan sebagai fasilitator yang membantu kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya ikut serta dalam mediasi perselisihan antara serikat pekerja dan perusahaan.

Saya melihat langsung bagaimana para mediator bekerja keras untuk memahami akar permasalahan dan mencari solusi yang adil.

Saya juga berkesempatan berpartisipasi membantu tugas bidang lain seperti menginput pendataan pada bidang Pelatihan Kerja dan Produktifitas (Lattas) dan mencetak surat bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja (Penta).

Baca Juga :  Geger! Selat Muria Dikabarkan Akan Muncul Kembali, Benarkah?

Menyisakan Banyak Pelajaran

PKL di Disnakertrans 10 Oktober sampai 10 Desember 2024 lalu, memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya.

Saya bisa belajar tentang pentingnya komunikasi yang efektif, negosiasi yang konstruktif, dan pemahaman yang mendalam tentang peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Saya juga menyadari bahwa hubungan industrial adalah aspek yang sangat penting dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Saya merekomendasikan Disnakertrans sebagai tempat PKL bagi mahasiswa lain karena kesempatan belajar yang luas dan pengalaman langsung yang ditawarkan di lapangan juga memudahkan mendapatkan data untuk riset penelitian.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak di Disnakertrans terutama bidang Hubungan Industrial dan pihak Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Kampus Serang yang telah membimbing dan mendukung saya selama PKL ini. (Red)

Penulis: Ajeng Hasti Widya

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB