Joss! Kabupaten Kudus Kontribusi 7,08 Persen Terhadap Perekonomian Jateng

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Menara Kudus/ pinterest

Masjid Menara Kudus/ pinterest

SUARAMUDA, KUDUS — Kabupaten Kudus berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian yang nilainya mencapai 7,08 persen.

Hal itu dikatakan Perencana Madya Bappeda Jateng Suharyo Joko Purnomo saat Musyawarah RKPD Kabupaten Kudus Tahun 2026 dan Konsultasi Publik RPJMD Kabupaten Kudus tahun 2025-2026 di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa, (18/3/2025).

“Sementara pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jateng pada triwulan IV tahun 2024 sebesar 4,95 persen. Bahkan tertinggi di antara provinsi besar di Pulau Jawa,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suharyo juga mengungkapkan kontribusi itu dibandingkan kabupaten tetangga, memang cukup tinggi karena Kabupaten Pati hanya berkontribusi sebesar 3,29 persen dan Jepara sebesar 2,24 persen.

Namun dari sisi pertumbuhan ekonominya pada triwulan II tahun 224 justru terendah di antara kabupaten, karena hanya tumbuh 4,47 persen.

Sedangkan dua kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Jepara pertumbuhannya sebesar 4,78 persen dan Kabupaten Pati sebesar 5,79 persen.

Apabila pertumbuhan ekonominya meningkat, maka untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Kudus pada tahun 2024 justru menurun menjadi 3,19 persen dibandingkan tahun 2023.

Baca Juga :  Ngeri Lur, Pekalongan Darurat Sampah!

Meskipun demikian, masih menjadi TPT terbaik jika dibandingkan dengan wilayah Jekuti (Jepara, Kudus, dan Pati).

Ditinjau dari sisi jumlah penduduk miskin Kabupaten Kudus juga paling rendah karena hanya sebesar 65.690 jiwa.

Persentase penduduk miskin Kabupaten Kudus sebesar 7,23 persen masih lebih baik jika dibandingkan Kabupaten Pati, tetapi tidak lebih bagus dari Jepara.

“Sementara kontribusi Provinsi Jateng terhadap perekonomian di Pulau Jawa juga besar karena mencapai 14,48 persen atau 8,25 persen terhadap seluruh provinsi di Tanah Air,” ujarnya.

Untuk arahan terhadap Kabupaten Kudus dan dua kabupaten lainnya, yakni memperpadukan pembangunan perkotaan Kudus – Jepara – Pati – Juwana.

“Pengelolaan industri tembakau di Kudus juga harus ditingkatkan, pengembangan industri hasil pertanian, perikanan, kehutanan, dan energi dengan tetap mempertimbangkan kelestarian alam,” ujarnya.

Kabupaten Kudus juga perlu meningkatkan kerja sama penanganan bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan, serta mengendalikan alih fungsi lahan sawah.

Sementara prioritas pengembangan provinsi dalam wilayah Jekuti dalam rancangan awal RKPD Provinsi Jateng tahun 2026, yakni konservasi Gunung Muria dan pemanfaatan ekowisata Gunung Muria, pengembangan dan konservasi wisata berbasis tematik marine tourism.

Baca Juga :  Ucapan Bupati Kudus di Hari Guru Bikin Haru: ‘Generasi Masa Depan Ada di Tangan Kalian!'

Prioritas lainnya, yakni mulai operasional layanan angkutan umum aglomerasi perkotaan Trans Jateng sambil menunggu kesiapan daerah dan kebijakan lanjut serta proses kajian kelayakan di tahun 2025.

“Daerah juga perlu meningkatkan program pelatihan dan pengembangan UMKM dan SDM industri kerajinan serta pendukung industri pariwisata serta pemberian insentif dan disinsentif pada pemilik lahan pertanian serta petani, dan beberapa program prioritas lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengungkapkan, Musrenbang ini memang banyak masukan, namun tentunya yang bisa ditindaklanjuti juga berdasarkan skala prioritas di tahun 2026 maupun program lima tahun ke depan.

Untuk jangka pendek, kata dia, terkait pengelolaan sampah, jalan, infrastruktur, lampu jalan, ketahanan pangan, pendidikan, dan sosial dengan menyesuaikan anggaran yang hanya Rp2,4 triliun.

“Kami juga akan berupaya meningkatkan kinerja agar bisa mendapatkan apresiasi dari pusat berupa dana insentif daerah (DID). Upaya lainnya tentu melalui optimalisasi penerimaan asli daerah (PAD),” ujarnya. (Red/ Antara).

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB