Bagaimana “Indonesia Emas” Terwujud, Jika Pelajarnya Seneng Tawuran kek di Semarang: Contoh Jelek!

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Pertengahan pekan lalu, seorang pelajar SMKN 10 Semarang, APW alias P (18), tewas akibat terkena bacokan di Jalan Barito, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Insiden yang menggegerkan warga sekitar tersebut diduga terjadi akibat duel satu lawan satu antar pelajar dari sekolah yang berbeda.

Diketahui, pelajar berinisial APW tersebut merupakan warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian bermula saat korban dan beberapa temannya janjian untuk bertemu dengan pelajar dari sekolah SMK lain. Dan, akhirnya: DUEL!

Usai terkena bacok, para saksi kemudian membawa korban ke RS Pantiwilasa Citarum Semarang. Tapi Tuhan berkehendak lain, APW tewas.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy Susanto, membenarkan adanya duel antar pelajar yang berujung pada kematian salah satu pihak tersebut.

“Pada Rabu, sekitar pukul 18.30-19.00 WIB (waktu kejadian),” ungkap Andy, seperti dilansir Kompas.com, Kamis (13/2/2024) lalu.

Baca Juga :  Walau Cedera, Fakhri Hafiz Mampu Jadi yang Terbaik: Juara 1 di Kejuaraan SLC Road to Hongkong 2025

“Lokasinya berada di Jalan Barito, depan SMK Dr Tjipto Semarang,” tambahnya.

Langkah Atasi Tawuran

Beragam aksi tawuran sebenarnya terjadi sejak lama dan bahkan menjadi suatu kebiasaan yang dianggap normal karena termasuk bagian dari kenakalan remaja.

Namun kita patut sepakat bahwa tawuran sudah tidak bisa dianggap normal atau wajar. Sebab kegiatan ini sangat merugikan banyak orang, mulai dari sulitnya aksesibilitas jalan, ekonomi terhambat, hingga korban jiwa.

Dikutip dari laman polri.go.id, ada 5 cara mengatasi aksi tawuran, sebagai berikut:
1. Membangun silaturahmi antarsekolah, dan antarpelajar
2. Kompak memberikan hukuman yang tegas kepada pelaku
3. Melakukan mediasi antarpihak
4. Meningkatkan edukasi yang baik dalam konteks agama dan hukum
5. Mengedukasi anak-anak menjadi karakter yang bijaksana dan cerdas

Namun sayangnya, upaya mengatasi tawuran antar pelajar menjadi sia-sia, lantaran kasus serupa selalu terulang di kemudian hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah dikutip dari detik.com, (17/12/2022) silam juga mengatakan pernah ada deklarasi anti tawuran.

Baca Juga :  Kesal Banjir Rob Tak Kunjung Teratasi, Warga Sayung Ingin Hengkang dari Demak dan Pilih Gabung Semarang

Ia mengungkapkan, jika Kurikulum Merdeka Belajar bisa maksimal, maka para siswa tidak akan memikirkan melakukan hal-hal negatif.

Demikian pula Agustina Wilujeng saat masih menjabat Wakil Ketua Komisi x DPR RI yang membidangi pendidikan, menekankan pentingnya peran keluarga termasuk pada Kurikulum Merdeka Belajar.

Ia berharap para orangtua ikut mendidik putanya menjadi siswa dengan karakter yang baik.

“Kurikulum merdeka belajar menuntut peran besar orangtua untuk mendidik anak di waktu bersama. Siapa yag paling berperan dalam pendidikan karakter? Ya Orangtua,” tegas Agustina.

Tapi lagi-lagi, langkah itu tak lagi dihiraukan oleh oknum pelajar yang suka tawur. Kasus tawuran pelajar yang berakhir kematian adalah sebuah kemunduran pendidikan.

Alih-alih mewujudkan “Indonesia Emas”, justru yang ada adalah rasa cemas, kekhawatiran masyarakat atas aksi-aksi tawur yang tak dibenarkan itu. Miris! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB