Langkah Penanganan Konflik, Badan Kesbangpol Kalimantan Timur Lakukan Penjajakan Kerja Sama dengan Lembaga Mediasi Konflik WMC UIN Walisongo Semarang

- Penulis

Selasa, 24 Desember 2024 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto bersama saat kunjungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur di ruang Walisongo Mediation Center (WMC) Lt. 1 Gedung Walisongo Center Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (23/12/2024)

Sesi foto bersama saat kunjungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur di ruang Walisongo Mediation Center (WMC) Lt. 1 Gedung Walisongo Center Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (23/12/2024)

SUARAMUDA, SEMARANG — Walisongo Mediation Center (WMC) baru-baru ini menerima kunjungan dari rombongan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (23/12/2024).

Rombongan yang berjumlah 10 orang itu diterima langsung segenap jajaran pimpinan di ruang WMC Lt. 1 Gedung Walisongo Center Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Turut serta dalam rombongan tersebut, antara lain Sekretaris Kebangpol Provinsi Kalimantan Timur Ahmad Firdaus Kurniawan, S.Sos., M.Si., serta Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur Drs. H. Abdul Hadi, M.M.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Ditektur Walisongo Mediation Center (WMC), Prof. Dr. Arif Junaidi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Direktur WMC, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., karena ada jadwal bersamaan yang tidak bisa digantikan.

Dihadapan para tamu, Prof. Dr. Arif Junaidi, M.Ag, atau biasa dipanggil Arjun mengaku sangat “welcome” dan senang atas kunjungan dari Badan Kesbangpol Kaltim.

Arjun kemudian memaparkan profil MWC dari awal mula berdiri, profil direktur, backround trainer yang memiliki pengalaman melalang buana memperoleh training sejak 2007 berbagai kampus di luar negeri seperti Nuffic, Wageningen University dan yang lain.

Baca Juga :  Cemari Lingkungan, Warga Segel Tambak Udang PT DGS di Jember

Ia juga menegaskan jika WMC saat ini juga telah banyak menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga untuk memberikan training bagi para anggotanya, pemuka agama dan ormas (organisasi kemasyarakatan).

“Kami juga berpengalaman menjadi mediator profesional seperti PKUB (Pusat Kerukunan Umat Beragama), lalu pada Badan Kesbangpol Kota Semarang, para hakim pengadilan di Aceh, dan masih banyak lainnya. Jadi, puluhan kegiatan mentraining ini sudah kita dilakukan dari Aceh sampai Papua, “papar Arjun.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan, S.Sos., M.Si menyatakan ketertarikannya pada lembaga mediasi konflik di Kota Semarang ini.

Potensi Konflik di Kaltim

“Maksud dan tujuan kami, yakni untuk mengetahui secara secara langsung informasi yang berkaitan dengan WMC. Dan apa saja paket pelatihan yang dirasa sesuai dengan kebutuhan yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, “ujar Firdaus, aapaan Sekretaris Badan Kesbangpol Kaltim itu.

Firdaus dalam sambutannya memaparkan tentang potensi konflik yang ada di Kalimatan Timur. Meski demikian, ia tak menampik muncul potensi terjadinya konflik terlebih berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan Utara atau daerah lain di mana masyarakatnya mudah terpantik.

Baca Juga :  Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

“Potensi konflik tetap ada, karena sebagian besar penduduk Kaltim sangat beragam yakni terdiri dari 30 persen dari Suku Jawa, 20 persen dari Suku Bugis, dan sisanya dari Dayak dan orang asli Kalimantan Timur. Oleh karena itu pelatihan ini dibutuhkan untuk mencegah, sekaligus bisa menjadi alat untuk menyelesaikan konflik yang tidak diharapkan, “urainya.

Kegiatan penerimaan kunjungan Badan Kesbangpol Kaltim terasa semakin hangat. Pasalnya, usai sambutan, Dr. Tholkhah dan Prof. Dr. Solihan beserta pengurus lainnya membuka ruang diskusi. Kunjungan sejak pukul 09.00 WIB itu, kemudian ditutup dengan makan siang, foto bersama dan sesi tukar cinderamata tepat di jam istirahat.

Untuk diketahui, ini bukanlah kali pertama Walisongo Mediation Center menerima kunjungan dari instansi luar. Sebaliknya, lembaga ini justru sering menerima kunjungan baik dari institusi universitas, dinas pemerintah dan NGO.

Tujuan mereka beraneka ragam, mulai dari studi banding, penjajakan kerjasama, magang, dan permohonan untuk melakukan training. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB