SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Pengungkapan kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap GRO (17) siswa SMKN 4 Semarang terus berkembang.
Terbaru, video pada saat penembakan GRO beredar dan viral di media sosial (medsos). Dan rupanya, video berdurasi 41 detik tersebut tak memperlihatkan aksi tawuran.
Dalam video, terduga pelaku polisi berpangkat Aipda (Robig Zaenudin) itu terekam kamera pengawas atau CCTV dan melakukan penembakan terhadap tiga pengendara sepeda motor yang diduga korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku tampak berhenti di seberang jalan lalu sembari menunggu para korban melintas. Setelah korban lewat, pelaku meletupkan beberapa tembakan yang menyasar ke tiga pengendara tersebut.
Dengan keadaan sempoyongan, pelaku terlihat sempat terjatuh. Kemudian pelaku menancapkan gasnya mengejar para korban yang melaju kencang.
Begini Klaim Polisi
Di lokasi kejadian, sejumlah saksi mata menyebut ada suara tembakan beberapa kali. Lokasi dan waktu kejadian itu sesuai dengan rekaman CCTV yang beredar tersebut.
Namun, polisi mengklaim, dan bersikukuh tindakan tegas dilakukan karena korban yang disebut sebagai pelaku tawuran atau kreak itu melawan Aipda Robig Zaenudin saat hendak membubarkan pertikaian tersebut.
Klaim polisi itu pun bertolak belakang dengan pernyataan pihak sekolah, dan keluarga korban. Mereka mengaku kaget dengan klaim yang menyatakan kalau korban yang merupakan pelajar Paskibra adalah kreak yang tergabung dalam gangster.
Untuk diketahui, GRO (16) merupakan seorang siswa SMKN 4 Semarang meninggal dunia karena luka tembak yang dilakukan oknum polisi. Belakangan diketahui oknum polisi itu berpangkat Aipda dengan nama Robig Zaenudin
Aipda Robig meletupkan dua kali tembakan. Peluru pertama mengenai pinggul kanan GRO hingga meninggal dunia. Sementara peluru kedua menyerempet dada AD, lalu mengenai tangan kiri SA.
Atas kejadian itu, pihak keluarga telah melaporkan peristiwa pembunuhan. Tapi sayangnya, polisi berkilah bahwa korban merupakan pelaku tawuran. Hmmm,,, aneh! (Red)













Komentar