Yah! Kasus Stunting di Kota Semarang Meningkat Lagi, deh!

- Penulis

Jumat, 8 November 2024 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Usai membaca artikel Media Indonesia, Kamis (7/11/2024) muncul rasa prihatin. Hal ini karena kasus stunting di Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali meningkat. Padahal, kasus stunting sempat mengalami penurunan cukup signifikan pada Januari-April 2024.

Tentu, hal ini membuat PR Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang harus bekerja lebih keras lagi untuk melakukan penanganan kasus stunting dengan berbagai program.

“Betul ada kenaikan, itu karena saat ini kami masih melakukan pendataan dan pemetaan kasus stunting hingga ditemukan sampai ke pelosok, agar seluruh bayi stunting dapat penanganan cepat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, seperti dilansir Media Indonesia.

Adanya pendataan dan pemetaan ini, ungkap Abdul Hakam, balita-balita yang awalnya jarang ke posyandu dan tidak terdeteksi sebagai stunting, akhirnya menjadi tervalidasi sebagai stunting dan kasusnya terlihat meningkat.

Angka stunting di Kota Semarang pada awal-awal tahun, lanjut Abdul Hakam, terus menurun yakni Januari ada 871 kasus, Februari 857 kasus, Maret 830 kasus dan April 825 kasus. Namun kemudian pada bulan-bulan selanjutnya naik seperti Mei 801 kasus, Juni 991 kasus, Juli 977 kasus, Agustus 1.096 kasus dan September 1.190 kasus.

Menghadapi data kasus iyang terus meningkat, demikian Abdul Hakam, Dinas Kesehatan Kota Semarang menggencarkan beberapa program yakni pemeriksaan balita dengan dokter spesialis, kunjungan rumah Integrasi Layanan Primer (ILP), intervensi serentak dan berbagai survei yang dilakukan internal Dinkes.

Baca Juga :  GP Ansor Sukoharjo Matangkan Konsolidasi: Konfercab X Pilih Dahwan Asqolani Sebagai Ketua Baru

Berbagai program penanganan stunting digencarkan Pemkot Semarang sebelumnya, menurut Abdul Hakam, hingga kini masih bergulir dan berjalan secara efektif seperti program Rumah Pelita yang ditujukan sebagai penanganan bayi-bayi stunting di Kota Semarang, bahkan ditambah dengan program saat ini diharapkan akan kembali dapat menurunkan angka stunting.

“Adanya penemuan kasus secara keseluruhan, diharapkan intervensi Pemkot Semarang terhadap stunting dapat menjangkau sasaran yang lebih luas dan tepat sasaran,” imbuhnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal
FKUB Kota Semarang Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama, Libatkan Pemerintah, DPRD, Akademisi, dan Tokoh Agama
Kejati Jateng Mulai ‘Resik-Resik’ SPPG, Semua Diperiksa dari Dekat!
Sulap Sampah Jadi Rupiah, Pemuda Disabilitas Sukoharjo Sukses Gelar Pameran Seni Ekologis dan Resmikan Unit Usaha
Warga Jateng, Masih Ingat Jateng Valley di Hutan Penggaron? Proyek Rp2 Triliun yang Kini Terbengkalai
Aduh, Sidang Eks Bupati Pati Sudewo Berujung Chaos! Pendukung Jebol Pagar Pengadilan, Mobil Tahanan Tertahan 1,5 Jam
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:03 WIB

Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:30 WIB

Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:51 WIB

FKUB Kota Semarang Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama, Libatkan Pemerintah, DPRD, Akademisi, dan Tokoh Agama

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:16 WIB

Kejati Jateng Mulai ‘Resik-Resik’ SPPG, Semua Diperiksa dari Dekat!

Berita Terbaru