Temu Raya Pemuda Lintas Agama Solo Raya Sukses Digelar, 200 Pemuda Berkolaborasi untuk Perdamaian dan Toleransi

- Penulis

Minggu, 27 Oktober 2024 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SURAKARTA – Sebanyak 200 pemuda lintas agama dari berbagai kabupaten di Solo Raya berkumpul di Sarila Hotel Surakarta dalam acara Temu Raya Pemuda Lintas Agama Solo Raya, Minggu (27/10/2024).

Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Grogol sebagai bagian dari program Simpul Perdamaian Komunitas Muda, dengan dukungan dari Indika Foundation. Kegiatan ini mengangkat tema besar mengenai pentingnya kolaborasi lintas agama untuk menjaga perdamaian dan mempromosikan inklusi di tengah keberagaman.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Grogol, Fadhel Moubharok, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Acara ini adalah bukti bahwa kita, para pemuda lintas agama, memiliki kekuatan besar untuk bersama-sama menjaga perdamaian di Solo Raya. Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan potensi besar untuk kita saling belajar dan berkolaborasi. Saya harap, kegiatan ini menjadi awal dari langkah-langkah konkret kita untuk mempromosikan toleransi dan inklusi di komunitas kita masing-masing,” tutur Fadhel dalam sambutannya.

Kolaborasi Bangun Perdamaian

Workshop ini dipandu Ketua Forum Pemuda Sukoharjo Bersatu, Yusuf Dwi Akhial, yang memoderatori sesi diskusi yang berlangsung dengan dinamis. Acara dibagi dalam tiga sesi yang mengangkat tema besar terkait perdamaian dan toleransi.

Dwi Santoso dari Komunitas Gusdurian, sebagai narasumber utama, membuka diskusi dengan pemaparan tentang pentingnya Kerjasama Antar Agama dalam Membangun Perdamaian. Dalam sesinya, Dwi menjelaskan bahwa keberagaman agama dan budaya di Solo Raya harus dikelola dengan bijak agar menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.

Baca Juga :  Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo Siap Digelar, Kesiapan 90 Persen

“Dialog dan kolaborasi antar agama bukan hanya tentang menciptakan perdamaian, tapi juga membangun masa depan yang lebih baik. Kerjasama lintas agama menjadi kunci untuk menghadapi tantangan-tantangan sosial yang ada di masyarakat kita,” ujar Dwi Santoso dalam pemaparannya.

Sesi kedua, yang bertema Pemahaman tentang Toleransi dan Keanekaragaman Budaya, menekankan pentingnya menghargai perbedaan budaya dan agama sebagai langkah awal untuk membangun masyarakat yang inklusif.

Dwi juga menyoroti peran pemuda dalam menciptakan ruang-ruang aman untuk dialog, sekaligus menjadi agen perubahan yang mampu mempromosikan toleransi di komunitas mereka.

Pada sesi ketiga, peserta diajak untuk mengeksplorasi tema Pemimpin dan Agen Perubahan untuk Perdamaian, di mana diskusi berfokus pada bagaimana para pemuda lintas agama dapat menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif.

Moderator Yusuf Dwi Akhial mengarahkan diskusi agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga merumuskan langkah-langkah praktis yang bisa mereka terapkan di komunitas masing-masing.

Komitmen dan Rekomendasi untuk Perdamaian
Setelah sesi diskusi, para peserta berpartisipasi dalam sesi kolaboratif untuk merumuskan strategi dan rekomendasi konkrit terkait promosi toleransi dan inklusi di wilayah mereka.

Hasil dari kegiatan ini akan menjadi panduan untuk program tindak lanjut di komunitas masing-masing, dengan dukungan penuh dari Gerakan Pemuda Ansor dan jaringan lintas agama lainnya.

Di akhir acara, seluruh peserta menandatangani Deklarasi Pemuda Lintas Agama Solo Raya, yang berisi komitmen bersama untuk mempromosikan toleransi, inklusi, dan perdamaian.

Baca Juga :  Forum Pemuda Melukis Perdamaian, Mengungkap Imajinasi dan Simbol Perdamaian di Sukoharjo

Deklarasi ini menjadi simbol kuat bahwa pemuda lintas agama di Solo Raya siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keberagaman dan mencegah konflik.

Respon Positif dari Peserta

Para peserta merespon kegiatan ini dengan antusias dan penuh optimisme. Salah satu peserta, Andi (23) dari Sukoharjo, menyampaikan kesannya setelah mengikuti acara tersebut.

“Saya merasa sangat terinspirasi oleh diskusi-diskusi yang ada, terutama ketika membahas peran pemuda sebagai agen perubahan. Acara ini memberi saya banyak wawasan baru tentang bagaimana saya bisa berkontribusi di komunitas saya untuk mempromosikan toleransi.”

Senada dengan Andi, Siti (25) dari Karanganyar juga memberikan apresiasi. “Diskusi tentang kerjasama antar agama sangat relevan dengan kondisi di sekitar kita. Saya percaya, jika lebih banyak orang yang paham tentang pentingnya dialog dan toleransi, kita bisa mencegah konflik di masa depan.”

Para peserta berharap acara seperti ini bisa terus diadakan secara berkelanjutan, sehingga lebih banyak pemuda yang bisa berpartisipasi dan terlibat aktif dalam mempromosikan perdamaian dan inklusi.

Langkah Selanjutnya

Dengan suksesnya Temu Raya Pemuda Lintas Agama Solo Raya, Gerakan Pemuda Ansor Grogol berharap acara ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan dampak positif di Solo Raya.

Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing dan terus aktif berperan dalam menjaga kerukunan dan perdamaian. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh semangat dan optimisme untuk Solo Raya yang lebih harmonis dan damai. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Senin, 20 Juli 2026 - 21:14 WIB

Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah

Berita Terbaru