Kerennya Pemkot Semarang, Sukses Tangani Stunting Akhirnya Dapat Penghargaan dari PBB

- Penulis

Rabu, 26 Juni 2024 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu patut bersyukur. Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) baru-baru ini memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang atas keberhasilan dalam penanganan stunting.

Mbak Ita, panggilan akrab Wali Kota Semarang mengatakan, Indonesia merupakan satu di antara jajaran 13 negara yang hadir di UN Public Service Forum 2024.

Indonesia mendapat dua penghargaan, yakni untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Pemkot Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan itu diberikan kepada Pemkot Semarang berkat inovasi pelayanan publik, yakni program Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang (SANPIISAN).

Baca Juga :  350 Atlet dari 9 Negara Berlaga di Event Salatiga Masters Athletics Championship

“Alhamdulillah, Kota Semarang sudah go internasional. Tidak kaleng-kaleng penghargaannya langsung dari PBB,” ujarnya saat menerima penghargaan UN Public Service Awards 2024 di Songdo Convention Center, Incheon, Korea Selatan, Rabu (26/6/2024).

Sebagai informasi, program SANPIISAN adalah program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dalam upaya pengentasan stunting dan menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga ibu hamil beresiko.

Baca Juga :  Jangan Keliru, Segini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025

Dari sisi pembiayaan kesehatan di masyarakat, ibu dan bayi mendapatkan layanan universal health coverage (UHC) yang menjamin pembiayaan persalinan dan perawatan bayi baru lahir.

Atas capaian itu, Mbak Ita pun mengapresiasi Dinkes Kota Semarang dan meminta untuk mempertahankan penghargaan tersebut di Uzbekistan pada 2025 mendatang.

“Terima kasih seluruh warga masyarakat atas semua support untuk Kota Semarang yang semakin kondang,” katanya dalam siaran pers, seperti dikutip dari Kompas (26/6/2024). (***)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB