Bukan untuk Program MBG, Ternyata Efisiensi Anggaran itu Buat Danantara! Apa to, Sebenarnya?

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Danantara/ Kompas.com

Logo Danantara/ Kompas.com

SUARAMUDA, SEMARANG — Dalam artikel yang ditayangkan Kompas.com (18/2/2025), Presiden Prabowo mengumumkan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 mendatang.

Kabarnya, Presiden optimis badan baru ini sebagai kekuatan yang akan menunjang perekonomian Indonesia di masa depan.

Lantas, apa sebenarnya Danantara?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo seperti dilansir CNN (18/2/2025) mengatakan, Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi kita yang ada dalam pengelolaan BUMN.

“Itu nanti akan dikelola dan kita beri nama Danantara”, ujar Prabowo.

Daya Anagata Nusantara atau disingkat Danantara adalah badan pengelola investasi (sovereign wealth fund) yang dibentuk untuk mengoptimalkan kekayaan negara melalui investasi strategis.

Prabowo menjelaskan bahwa tujuan pembentukan Danantara adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara melalui konsolidasi dalam suatu dana investasi nasional.

“Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi kita yang ada di pengelolaan BUMN. Itu nanti akan dikelola dan kita beri nama Danantara,” ujarnya.

Baca Juga :  Wajarkah Jika Jokowi dan Prabowo Dukung Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng?

Makna dan Arti Nama Danantara Nama

Danantara sendiri memiliki makna filosofis. Prabowo menjelaskan bahwa: Daya berarti energi atau kekuatan, Anagata berarti masa depan, Nusantara berarti Tanah Air Indonesia.

Dengan demikian, Danantara mencerminkan kekuatan ekonomi yang menjadi energi masa depan Indonesia.

Sebagai badan pengelola investasi, Danantara akan mengelola aset negara untuk membiayai proyek-proyek strategis.

Pemerintah menargetkan aset yang dikelola mencapai lebih dari 900 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.000 triliun).

Sementara itu, investasi awal yang disiapkan mencapai 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 325,8 triliun).

Dikutip dari Indonesia.go.id, model pengelolaan Danantara adalah mengacu pada konsep Temasek Holdings Limited milik Singapura dan berperan serupa dengan Indonesia Investment Authority (INA).

Akan tetapi, cakupan Danantara lebih luas karena tidak hanya mengelola aset tertentu, namun juga mengonsolidasikan aset-aset pemerintah yang tersebar di berbagai kementerian agar lebih terintegrasi dan efisien.

Baca Juga :  Soal Wacana Wapres Gibran Berkantor di Papua, Apa Pendapatmu?

Sektor Prioritas Investasi

Prabowo menegaskan bahwa dana yang dikelola Danantara akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor strategis, seperti energi terbarukan, pengembangan industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, hingga ketahanan pangan.

Diharapkan, seluruh proyek ini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.

“Semua proyek ini akan berkontribusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi kami sebesar 8 persen,” tutur Prabowo.

“Pada saat yang sama, kami tetap teguh pada komitmen kami untuk memberantas korupsi,” tambah tambah Kepala Negara.

Adapun dasar hukum Danantara didasarkan pada perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Revisi undang-undang ini disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 4 Februari 2025, yang mengatur tugas serta fungsi Danantara sebagai badan pengelola investasi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB