Jokowi Duduk Sejajar dengan Prabowo-Gibran, Istana Bilang Situasional: Warganet Keburu Baca Politik?

Satu baris kursi, tiga nama besar, dan tafsir politik yang langsung berhamburan

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dikutip dari Kompas.com

Foto dikutip dari Kompas.com

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) duduk sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), mendadak jadi sorotan.

Kamera menangkap Prabowo duduk di tengah, Jokowi di salah satu sisi, sementara Gibran berada di sisi lainnya. Ketiganya tampak santai, berbincang, bahkan sesekali tertawa saat menyaksikan atraksi udara dan pertunjukan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.

Sederhana? Ya. Tapi di dunia politik, posisi kursi saja bisa berubah menjadi bahan analisis berlembar-lembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya kemudian muncul: kenapa Jokowi duduk sejajar dengan presiden yang sedang menjabat dan wakil presiden? Istana pun, akhirnya angkat bicara.

Istana: Bukan Skenario Politik, Situasional

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa posisi tempat duduk tersebut bersifat situasional. Pengaturan dilakukan menyesuaikan kondisi acara, terutama ketika Prabowo menyaksikan atraksi udara dan pertunjukan seni.

Menurut Prasetyo, posisi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan Prabowo kepada Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI.

“Jadi situasional,” demikian penjelasan Prasetyo kepada wartawan.

Istana juga menjelaskan bahwa sejumlah mantan presiden sebenarnya diundang dalam perayaan HUT RI tahun ini. Namun, Jokowi menjadi satu-satunya mantan presiden yang hadir langsung dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Hampir 200 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak PPN 12%, Apa Tetap Mau Disahkan?

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui tidak hadir.

Dengan kata lain, kursinya memang kosong di satu sisi—dan Jokowi yang hadir akhirnya mendapat tempat di barisan depan.

Dari “Cuma Duduk” Jadi Bahan Tafsir Politik

Namun, publik tentu tidak hanya melihat kursi. Jokowi bukan sekadar mantan presiden. Ia juga merupakan tokoh yang punya pengaruh besar dalam politik nasional. Apalagi Gibran, yang kini menjadi Wakil Presiden, merupakan putra sulung Jokowi.

Maka ketika kamera menangkap Prabowo–Jokowi–Gibran duduk dalam satu baris, warganet pun punya bahan baru untuk diperbincangkan.

Ada yang melihatnya sebagai simbol keakraban. Ada pula yang membaca lebih jauh sebagai pesan politik tentang hubungan Prabowo dan Jokowi.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai posisi Jokowi yang duduk sejajar dengan Prabowo dan Gibran merupakan hal yang wajar dalam tradisi kenegaraan. Menurutnya, para presiden dan wakil presiden terdahulu memang diundang dalam upacara HUT RI.

Baca Juga :  Gus Iqdam Akan Ramaikan Rangkaian Hari Santri di Sukoharjo, Catat tanggalnya!

Kalau Kursi Bisa Bicara…

Yang menarik, bukan hanya posisi duduknya. Bahasa tubuh mereka juga ikut tertangkap kamera. Prabowo, Jokowi, dan Gibran terlihat berbincang dalam suasana santai.

Tak tampak jarak kaku seperti hubungan antara tiga figur politik yang sedang berada di bawah sorotan publik.

Mensesneg bahkan menggambarkan hubungan Prabowo dan Jokowi dengan istilah yang cukup ringan: “bestie.

Tentu saja, dari sebuah posisi kursi kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan adanya kesepakatan politik tertentu.

Tetapi dalam politik, simbol memang sering kali berbicara lebih keras daripada isi pidato. Satu kursi bisa dianggap sekadar kursi.

Namun ketika yang duduk di sana adalah Jokowi, Prabowo, dan Gibran, wajar jika publik kemudian bertanya-tanya: ini cuma soal tata tempat duduk, atau ada pesan persatuan elite yang sengaja ditampilkan di panggung kemerdekaan?

Memang, istana sudah memberikan jawabannya: situasional dan bentuk penghormatan kepada mantan presiden. Selebihnya? Publik tentu punya hak untuk membaca gambar itu dengan kacamata masing-masing.

Karena di negeri ini, kadang-kadang yang bikin ramai bukan pidatonya, melainkan siapa duduk di sebelah siapa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB