Abu Anak Krakatau Nyampe Jakarta, Warga Diminta Tetap Tenang

Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau sampai Jakarta. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi pemerintah

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau (Dyah Woro/ pinterest)

Gunung Anak Krakatau (Dyah Woro/ pinterest)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai ikut “jalan-jalan” sampai wilayah Jakarta. Tapi warga Ibu Kota tak perlu langsung panik.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta masyarakat tetap tenang, sekaligus meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, berdasarkan informasi PVMBG Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut belum mengalami peningkatan hingga Minggu (6/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri sudah berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Sementara itu, BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik yang mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Baca Juga :  2 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Deklarasikan Kampanye Damai, Ini Pesan Pj. Gubernur Nana

Khusus Jakarta, abu yang terpantau diperkirakan masih tipis. Namun, kondisi bisa berubah tergantung arah dan kecepatan angin.

BMKG menyebut sebaran abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian Jakarta, Banten, serta Jawa Barat.

“Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” kata Marulitua.

Bukan Sekadar Debu Biasa

Meski terlihat seperti debu tipis, abu vulkanik bukan sesuatu yang sebaiknya disepelekan. Partikelnya sangat halus dan bisa mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit.

Risiko ini terutama perlu diperhatikan oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.

Baca Juga :  Adaptif dan Fleksibel adalah Kunci Sambut Karir Masa Depan

Karena itu, warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker. Masker kain biasa dinilai kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kalau abu mulai masuk ke lingkungan rumah, pintu, jendela, dan ventilasi sebaiknya ditutup. Pendingin ruangan atau kipas yang menarik udara dari luar juga sebaiknya dimatikan sementara.

Aktivitas di luar rumah pun sebaiknya dikurangi jika kondisi udara mulai terdampak. Jadi, pesan pemerintah sebenarnya simpel: nggak perlu panik, tapi jangan cuek juga.

Pantau terus informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait. Kalau abu mulai terlihat di sekitar rumah, lindungi diri dan keluarga terlebih dahulu. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB