Jangan Pukul Rata! PBNU: Kasus Kekerasan Seksual Bukan Cerminan Semua Pesantren

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat di sejumlah pesantren memang bikin publik geram.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ma’shum Faqih, mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menggeneralisasi dan memberi cap buruk kepada seluruh pesantren di Indonesia.

Menurut Ma’shum, kasus yang dilakukan oleh segelintir oknum tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai ribuan pesantren yang selama ini berperan besar dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Segelintir kasus tidak mewakili wajah pesantren Indonesia. Jika ada pelanggaran, pelakunya harus dihukum. Tetapi pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak boleh ikut diberi stigma,” tegas Ma’shum dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Baca Juga :  BREAKING! Sumut Dilanda Bencana Besar, Ribuan Warga Luka, Puluhan Orang Masih Hilang

Ia menilai publik perlu melihat persoalan ini secara proporsional. Sebab, kekerasan seksual bukan hanya bisa terjadi di lingkungan pesantren, melainkan juga di berbagai institusi dan ruang sosial lainnya.

Karena itu, yang paling penting adalah memperkuat sistem pencegahan, memastikan perlindungan bagi korban, serta menegakkan hukum secara tegas terhadap para pelaku.

Meski meminta masyarakat tidak menghakimi seluruh pesantren, Ma’shum menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual, termasuk jika pelakunya berasal dari lingkungan pesantren.

“Pesantren tidak boleh menjadi ruang aman bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Baca Juga :  Jamuan Perpisahan Presiden Jokowi: Sebuah Momen Haru dan Keakraban yang Penuh Makna

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Tuban, itu juga mendorong seluruh pesantren untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan sistem perlindungan santri.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

Menurutnya, jangan sampai kontribusi besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa selama puluhan tahun tertutup oleh ulah segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang selama ini dijunjung tinggi.

“Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pesantren,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB