SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat di sejumlah pesantren memang bikin publik geram.
Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ma’shum Faqih, mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menggeneralisasi dan memberi cap buruk kepada seluruh pesantren di Indonesia.
Menurut Ma’shum, kasus yang dilakukan oleh segelintir oknum tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai ribuan pesantren yang selama ini berperan besar dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Segelintir kasus tidak mewakili wajah pesantren Indonesia. Jika ada pelanggaran, pelakunya harus dihukum. Tetapi pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak boleh ikut diberi stigma,” tegas Ma’shum dalam keterangannya, Sabtu (30/5).
Ia menilai publik perlu melihat persoalan ini secara proporsional. Sebab, kekerasan seksual bukan hanya bisa terjadi di lingkungan pesantren, melainkan juga di berbagai institusi dan ruang sosial lainnya.
Karena itu, yang paling penting adalah memperkuat sistem pencegahan, memastikan perlindungan bagi korban, serta menegakkan hukum secara tegas terhadap para pelaku.
Meski meminta masyarakat tidak menghakimi seluruh pesantren, Ma’shum menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual, termasuk jika pelakunya berasal dari lingkungan pesantren.
“Pesantren tidak boleh menjadi ruang aman bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Tuban, itu juga mendorong seluruh pesantren untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan sistem perlindungan santri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.
Menurutnya, jangan sampai kontribusi besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa selama puluhan tahun tertutup oleh ulah segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang selama ini dijunjung tinggi.
“Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pesantren,” pungkasnya. (Red)













Komentar