Kebakaran Lahan di Nanga Kayan Melawi Belum Padam, Warga Sebut Api Sudah 20 Hari

Kebakaran lahan di sekitar Desa Nanga Kayan dan Sopan Tonak, Melawi, dilaporkan berlangsung sekitar 20 hari. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya dan berharap pemerintah segera turun tangan

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MELAWI — Api belum juga benar-benar pergi dari sekitar Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Kebakaran lahan dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik. Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 20 hari dan hingga kini masih ditemukan api di beberapa lokasi.

Kebakaran terjadi di tengah rangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Di Nanga Kayan, titik api disebut berada di sekitar kawasan masyarakat dan kemudian meluas ke sejumlah lahan di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Dusun Istana, RT Bajong, Desa Nanga Kayan, hingga wilayah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing.

Namun, penyebab maupun sumber awal kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Informasi mengenai titik awal dan penyebab api masih membutuhkan penelusuran serta verifikasi dari instansi berwenang.

Warga Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya

Di tengah kepungan api, warga tak tinggal diam. Mereka bergotong royong melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan yang tersedia.

Masalahnya, kemampuan warga terbatas. Peralatan pemadaman yang minim membuat upaya mengendalikan api tidak mudah, terlebih ketika api menjalar ke area lahan yang cukup luas.

Warga memperkirakan lahan yang terdampak mencapai ratusan hektare. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan perlu dilakukan pendataan serta verifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.

Baca Juga :  Tingkatkan Partisipasi Kelompok Rentan dalam Demokrasi, SETARA Institute Fasilitasi Workshop Komunikasi Strategis Bagi Koalisi ASPIRASI Sulsel

Tono, warga RT Bajong, mengatakan masyarakat kesulitan memadamkan api karena keterbatasan peralatan.

“Ada titik api di sekitar area perusahaan yang bergerak di bidang sawit, dan kemudian api terlihat meluas ke area lahan masyarakat. Kami berharap seluruh pihak yang berada di sekitar lokasi dapat bersama-sama membantu penanganan kebakaran ini,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa peralatan agar masyarakat bisa lebih efektif melakukan pemadaman.

Api Menjalar ke Wilayah Sopan Tonak

Kekhawatiran serupa disampaikan Supandi, warga Desa Sopan Tonak. Ia mengatakan titik api berada di wilayah yang berbatasan dengan Desa Nanga Kayan.

“Titik api berada di area yang berbatasan dengan Desa Nanga Kayan. Api kemudian terlihat bergerak ke arah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing. Kami berharap kondisi ini segera mendapatkan penanganan dari pihak terkait,” katanya.

Sementara itu, Palen, warga Bajong, meminta lebih banyak pihak turun tangan menangani kebakaran tersebut.

Menurutnya, lahan masyarakat di sekitar Desa Nanga Kayan dan Sopan Tonak ikut terdampak. Warga pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi.

“Masyarakat membutuhkan dukungan berupa peralatan seperti robin, selang, maupun bantuan tenaga untuk membantu proses pemadaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Siapkan Zakatmu Mulai Sekarang Juga, Lur! Baznas Tetapkan Zakat Fitrah 2025 Sebesar Rp47 Ribu

Palen mengatakan masyarakat telah melakukan upaya gotong royong untuk mengendalikan api. Ia menyebut kebakaran tersebut telah berlangsung sejak sekitar 5 Agustus 2025.

Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga

Persoalan bukan hanya soal lahan yang terbakar. Asap dari kebakaran juga mulai dirasakan warga di sekitar lokasi.

Warga menyebut asap mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk jarak pandang ketika kondisi kebakaran memburuk.

Situasi tersebut membuat warga berharap penanganan segera dilakukan agar api tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat dapat ditekan.

Warga juga meminta pemerintah dan instansi terkait tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi turut memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif.

Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan segera dilakukan. Pertama, penanganan langsung di lapangan oleh BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Kedua, dukungan peralatan pemadaman seperti mesin robin, selang, dan perlengkapan pendukung. Ketiga, pendataan serta pemeriksaan terhadap sumber dan penyebab kebakaran oleh instansi berwenang.

Bagi warga, yang paling penting saat ini adalah api segera dikendalikan. Sebab, semakin lama kebakaran dibiarkan, semakin besar pula risiko lahan yang terbakar dan aktivitas masyarakat yang ikut terganggu. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB