Sekilas tentang Tari Manggar Warak, Tarian Khas Kota Semarang

- Penulis

Senin, 22 Juli 2024 - 05:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Mungkin tak banyak dari kalangan sobatmuda Kota Semarang yang mengenal tarian khas kearifan lokal Kota Semarang.

Adalah tari Manggar Warak, yakni gerak tari yang merepresentasikan rasa syukur atas karunia dan rahmat Tuhan yang melimpah.

Dikutip dari berbagai sumber, sajian tari Manggar Warak biasanya digelar untuk melengkapi tradisi menyambut bulan Ramadan: “tradisi Dugderan”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tradisi ini biasanya identik dengan hewan mitologi “warak” dan bunga manggar sekaligus dijadikan sebagai inspirasi dalam menyuguhkan pentas tari Manggar Warak di Semarang.

Oleh karenanya, saat menyambut bulan suci Ramdhan ada prosesi tradisi yaitu mengarak patung warak dan bunga manggar, biasanya dari Balikota  Semarang menuju Masjid Kauman Semarang

Baca Juga :  Bikin Bangga, Penyuluh pada Kemenag Kota Semarang Syarif Hidayatullah Lolos Nominasi Ajang PAI Award 2024

Simbol Manggar dan Warak merupakan akulturasi dari budaya yang telah memusat di kota Semarang. Mulai dari budaya Jawa, Cina, Melayau, Eropa, dan Arab.

Ada empat adegan yang disajikan dalam Tari Manggar Warak. Mengimpretasikan suasana prosesi dugderan, dari sejarah sampai promosi pariwisata.

Sebagai pembuka penyajian Tari Manggar Warak, para penari membawa wayang gunungan. Masuk adegan pertama menceritakan suasana Kota Semarang nuansa Pecinan.

Di gambarkan dengan adegan penari wanita berpedang khas Cina serta kuatnya alunan gamelan slendro, suling, dan kecapi.

Pada gerak adegan tari kedua, menggambarkan Kota Semarang saat waktu fajar. Di iringi dengan gending ketawang. Menggambarkan suasana masyarakat beribadah sesuai agamanya. Ada Islam, Katholik, Budha – Kepercayaan, Khonghucu dll. Bentuk Lancaran dengan syair Bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Pada adegan ketiga, menggambarkan tari suasana ceria perniagaan di Pasar Yaik Semarang. Pasar Yaik merupakan bagian dari prosesi tradisi dugderan menjelang Ramadan. Terletak di depan Masjid Kauman Semarang.

Sajian pamungkasnya ada pada adegan tari keempat, di mana peristiwa dugderan muncul arak-arakan warak yang dipadu dengan gending lancaran kolaborasi rebana, trompet, sexofon, dan gamelan. (Artikel ini dikutip dari berbagai sumber).

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 48 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB