SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Di Rusia, negara dengan beragam etnis dan agama, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen paling dinanti oleh umat Muslim.
Tahun ini, perayaan yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1448 H (24–25 Agustus 2026) berlangsung dengan penuh khidmat di berbagai wilayah, mulai dari ibu kota hingga daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Perayaan Maulid di Rusia memiliki kekhasan tersendiri. Di wilayah Tatarstan, tradisi membaca mawlids —syair pujian kepada Nabi—masih lestari dan menjadi ciri khas masyarakat Tatar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Masjid Kul Sharif, Kazan, jamaah tidak hanya mendengarkan khotbah, tetapi juga menikmati pameran kaligrafi shamail yang merupakan warisan budaya Tatar.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana Islam dan budaya lokal berpadu harmonis di tanah Rusia. Sementara itu, di Moskow, suasana berbeda namun tetap khusyuk.
Masjid Katedral Moskow menjadi pusat kegiatan Maulid bagi umat Muslim ibu kota. Sekitar 2.000 jamaah dari berbagai negara bekas Soviet tampak hadir, mencerminkan keberagaman komunitas Muslim di Rusia.
Mereka berkumpul bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat yang majemuk.
Di Chechnya, perayaan Maulid berlangsung dengan skala yang sangat besar. Pemerintah setempat di bawah kepemimpinan Ramzan Kadyrov bahkan menggalakkan gerakan membaca salawat secara massal.
Dengan bantuan tasbih elektronik, lebih dari 20 miliar salawat diklaim telah dibacakan oleh warga Chechnya sepanjang bulan Rabiul Awal. Tradisi lain yang tak kalah unik adalah pemajangan rambut Nabi Muhammad di Masjid Utama Grozny, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah.
Perayaan Maulid di Rusia juga tidak terbatas pada kegiatan di masjid. Di Kazan, misalnya, akan digelar festival kota pada 29 Agustus 2026 yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Berbagai lomba kreatif, pertunjukan teater, dan penampilan seni akan memeriahkan acara tersebut. Ini menjadi bukti bahwa peringatan Maulid Nabi di Rusia tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menjadi ajang ekspresi budaya dan kreativitas.
Bagi umat Muslim di Rusia, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah pengingat akan ajaran Rasulullah tentang kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan.
Di tengah tantangan modernitas dan keberagaman, tradisi ini menjadi jangkar spiritual yang menguatkan identitas keislaman mereka. Dan di negeri yang dikenal dengan sebutan Beruang Putih itu, cahaya Maulid terus bersinar, membawa pesan perdamaian bagi semua. (Red)














Komentar