Harvard Makin ‘Gawat’ Guys! Presiden Trump Paksa Mahasiswa Asing Pindah Kampus

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harvard University (gambar: pinterest)

Harvard University (gambar: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG – Mahasiswa asing yang telah menempuh pendidikan di Universitas Harvard, Amerika Serikat harap-harap cemas.

Pasalnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa mahasiswa asing agar segera pindah ke kampus-kampus lain.

Ngerinya lagi, jika mahasiswa tak segera urus perpindahan maka legalitasnya tinggal di AS akan dicabut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing

Trump juga resmi melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa dan mahasiswi asing, termasuk dalam skema beasiswa.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem memerintahkan untuk segera menghilangkan sertifikasi Program Pertukaran Mahasiswa Universitas Harvard untuk tahun ajaran 2025-2026.

Dikutip dari Reuters, Noem menuduh pihak universitas ‘mempromosikan kekerasan, antisemitisme, dan berkoordinasi dengan Partai Komunis China’.

“Ini merupakan suatu privilese, bukan hak, bagi universitas untuk menerima mahasiswa asing dan mendapatkan keuntungan dari biaya kuliah yang lebih tinggi untuk membantu menambah dana abadi mereka yang bernilai miliaran dolar,” ujar Noem.

Baca Juga :  Semangat Santri Nusantara di Damaskus: Peran Ilmu dan Akhlak untuk Umat

Respon Harvard

Pihak Harvard menyebut kebijakan ini akan berdampak besar terhadap ribuan mahasiswa asing di kampus mereka.

Harvard kemudian menegaskan bahwa kebijakan itu ilegal dan bisa memicu pembalasan.

Kebijakan pemerintah AS menandai eskalasi yang semakin memanas antara pemerintahan Trump dan sejumlah kampus Ivy League, atau elite di AS.

Sejumlah kampus elite itu pun bakal menjadi target utama Trump.

Situasi ini terjadi setelah Harvard menolak memberikan informasi yang diminta Noem terkait visa pelajar di kampus itu.

Tercatat ada 6.800 mahasiswa asing yang kuliah di Harvard pada 2025-2026.

Angka itu merupakan 27 persen dari seluruh mahasiswa yang kuliah di kampus ternama AS tersebut.

Mahasiswa China Tertinggi

Warga asing asal China pernah menjadi mahasiswa yang terbanyak masuk Harvard pada 2022 sebesar 1.016 orang.

Mahasiswa asing lainnya yang paling banyak masuk Harvard antara lain India, Korea Selatan, Inggris, Jerman, Australia, Singapura, dan Jepang.

Baca Juga :  Delegasi PII Bawa Pulang Prestasi dari Filipina, Siap Jadi Tuan Rumah CAFEO 44

Merespons kebijakan tersebut, Harvard melayangkan gugatan ke pengadilan federal.

Isi gugatan lembaga pendidikan tertua dan terbaik itu berupa protes atas langkah pemerintah Trump mengeluarkan kampus itu dari Program Pertukaran Pelajar oleh Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS.

“Ini adalah langkah terbaru oleh pemerintah terkait balasan nyata kepada Harvard yang menggunakan hak-hak pada Amandemen Pertama untuk menolak tuntutan pemerintah mengontrol tata kelola, kurikulum, dan ‘ideologi’ kampus dan mahasiswanya,” demikian salah satu isi dari gugatan tersebut, dilansir CNN Indonesia.

Harvard meminta hakim segera memblokir perintah yang dikeluarkan kementerian Noem.

Alhasil, Pengadilan Distrik Massachusetts menangguhkan kebijakan Trump terkait mahasiswa asing ini.

Dalam sidang pada Jumat waktu setempat, hakim Pengadilan Distrik Massachusetts, Allison Burroughs, memerintahkan “Pemerintahan Trump dilarang melaksanakan pencabutan sertifikasi SEVP (Student and Exchange Visitor Program) milik penggugat.”

Sidang lanjutan atas gugatan Harvard terhadap Trump ini akan berlangsung pada 29 Mei mendatang. (Red)

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Berikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Borong
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:47 WIB

Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB