Desa Adat Sade Terbakar, Kemenbud Siapkan 3 Jurus Pemulihan: Bukan Cuma Bangunan, Tapi Juga Ekonomi dan Budaya

Kemenbud menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade lewat tiga pilar utama: membangun kembali rumah adat, menghidupkan ekonomi warga, dan menyelamatkan warisan budaya Sasak

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

SUARAMUDA.NET, LOMBOK TENGAH — Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang berusaha bangkit setelah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman tradisional Suku Sasak pada Sabtu (22/8/2026).

Sekitar 167 bangunan dilaporkan terdampak kebakaran. Tak ingin warisan budaya Sade hilang begitu saja, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) langsung menyiapkan rencana pemulihan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut pemulihan Desa Adat Sade menjadi prioritas. Pemerintah tidak hanya fokus membangun kembali rumah yang terbakar, tetapi juga memastikan kehidupan ekonomi warga dan warisan budaya tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus pemulihan. Pertama, Bangunan Adat Dibangun Lagi. Bangunan yang rusak akan dipugar dengan tetap mempertahankan karakter tradisional Sade.

Material seperti kayu, bambu, ijuk, dan alang-alang akan digunakan dalam proses pembangunan kembali.

Baca Juga :  Tokoh Nasional Dijadwalkan Hadir! Pelantikan Permadani Diksi KIPK Nasional di Unwahas Jadi Sorotan

Menariknya, pemerintah juga berencana menambahkan fasilitas mitigasi kebakaran. Jadi, selain kembali tradisional, kawasan ini diharapkan lebih siap menghadapi risiko bencana di masa depan.

Kedua, Ekonomi Warga Harus Ikut Bangkit. Kebakaran bukan hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Kemenbud menyiapkan dukungan sarana dan prasarana untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi tradisional warga. Salah satunya berupa alat tenun dan perlengkapannya, sehingga masyarakat bisa kembali berproduksi.

Ketiga, Jejak Budaya Jangan Sampai Hilang. Pilar ketiga berkaitan dengan penyelamatan objek pemajuan kebudayaan. Salah satunya adalah rekonstruksi sejarah melalui pembuatan duplikasi manuskrip kuno yang ikut terbakar.

Kemenbud akan memanfaatkan koleksi manuskrip sejenis yang masih tersimpan dan terdokumentasi di Museum Nusa Tenggara Barat.

Artinya, yang dipulihkan bukan sekadar rumahnya, tetapi juga ingatan, sejarah, dan identitas budaya masyarakat Sade.

Baca Juga :  RAT Ke-2 Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia: Mantapkan Langkah, Bidik Usaha Pupuk, Oli, dan Produk Lokal

Pemulihan Dibagi dalam Empat Tahap

Kemenbud juga menyiapkan empat tahap agar proses pemulihan berjalan terarah. Mulai dari tanggap darurat, kemudian asesmen dan dokumentasi, pelindungan serta pemulihan, hingga penguatan keberlanjutan budaya.

Pemerintah akan terlebih dahulu mengamankan lokasi dan menyelamatkan material budaya yang masih tersisa. Setelah itu dilakukan pengukuran arsitektur, inventarisasi benda budaya, kajian teknis, hingga pemulihan bangunan adat.

Tahap terakhir diarahkan pada digitalisasi dokumen serta penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.

Dengan langkah tersebut, pemulihan Desa Adat Sade diharapkan tidak berhenti pada pembangunan kembali kawasan yang terbakar.

Lebih jauh, pemerintah ingin memastikan Sade tetap hidup sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus identitas masyarakat Sasak. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB