SUARAMUDA.NET, DEMAK — Mahasiswa KKN MIT Posko 75 UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Charlie Hospital Demak menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi siswa SDN Pulosari 1, Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Gigi Sehat, Anak Hebat” tersebut diikuti oleh 52 siswa dan menghadirkan drg. Shania Dwika Amanda sebagai pemateri sekaligus pemeriksa kesehatan gigi.
Acara berlangsung dalam dua sesi, yaitu penyampaian materi edukasi kesehatan gigi dan pemeriksaan kondisi gigi serta mulut siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, drg. Shania menjelaskan bahwa usia sekolah dasar merupakan masa penting karena anak sedang mengalami pergantian gigi susu menuju gigi permanen sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan yang lebih intensif.
“Usia SD adalah usia pergantian dari gigi susu ke gigi permanen, sehingga sangat perlu pengawasan terkait pertumbuhan dan kesehatan giginya,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan gigi siswa masih perlu mendapatkan perhatian. Dari 52 siswa yang mengikuti pemeriksaan, hanya beberapa anak yang memiliki kondisi gigi yang tergolong baik.
Menurut drg. Shania, kondisi tersebut dipengaruhi oleh konsumsi makanan manis yang kurang terkontrol serta kebiasaan menyikat gigi yang belum dilakukan dengan benar.
Ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan gigi tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga berpengaruh terhadap kepercayaan diri anak di masa mendatang.
“Masalah gigi bukan hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat memengaruhi kerapian susunan gigi dan kepercayaan diri anak di masa depan,” katanya.
Selain mendapatkan edukasi, para siswa juga menjalani pemeriksaan gigi secara langsung. Setiap siswa menerima catatan hasil pemeriksaan untuk disampaikan kepada orang tua, serta memperoleh sikat dan pasta gigi guna mendukung kebiasaan hidup sehat sejak dini.
drg. Shania mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi anak dan melakukan pemeriksaan rutin setiap tiga hingga enam bulan sekali.
“Kebanyakan anak baru dibawa ke dokter ketika sudah mengalami sakit yang cukup parah. Padahal pemeriksaan rutin dapat mencegah masalah yang lebih serius dan biaya pengobatan yang lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota KKN MIT Posko 75 UIN Walisongo Semarang, Anzali Husnun Nisa, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari potensi kesehatan yang dimiliki Desa Pulosari dengan keberadaan Charlie Hospital yang lokasinya dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada siswa sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
“Kami mengajak Charlie Hospital untuk berkolaborasi dalam program KKN karena melihat adanya potensi yang besar untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah,” jelasnya.
Anzali menambahkan, pihak sekolah memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Bahkan, kegiatan ini menjadi kolaborasi pertama antara SDN Pulosari 1 dan Charlie Hospital meskipun keduanya berada dalam wilayah yang berdekatan.
Kepala SDN Pulosari 1, Bustanul Solikhin, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kesehatan gigi sangat penting untuk menanamkan kesadaran hidup sehat kepada para siswa sejak dini.
“Kegiatan seperti ini sudah sangat baik dan perlu dipertahankan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dapat semakin tertanamkan sejak dini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo dan Charlie Hospital berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat terus meningkat sehingga mendukung tumbuh kembang anak yang lebih sehat di masa depan. (Red)
Penulis : Dyas Ramadhan














Komentar