SUARAMUDA.NET, SRAGEN — Belajar Hubungan Internasional ternyata tidak harus selalu lewat ruang kuliah. Di SD Negeri Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, isu tentang ASEAN justru dikemas dalam bentuk permainan yang membuat siswa kelas 3 dan 4 antusias mengikuti pembelajaran.
Program bertajuk “HI Mengajar: ASEAN Journey One Region Many Cultures” digelar pada 21 Juli 2026 oleh Shevina Meynin Cahyatri sebagai bagian dari program kerja individu KKN UNISRI Kelompok 54.
Lewat program tersebut, siswa diajak mengenal kawasan Asia Tenggara dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Bukan sekadar menghafal nama negara, mereka juga diperkenalkan pada keberagaman budaya serta pentingnya kerja sama antarnegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan perkenalan bersama siswa, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan negara-negara ASEAN. Suasana belajar dibuat semakin hidup melalui sejumlah permainan edukatif interaktif, seperti Bendera Misterius, Halo Dunia, dan Tebak Negara.
Hasilnya, siswa tidak hanya duduk mendengarkan. Mereka aktif menjawab, menebak bendera, hingga menyebutkan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.
Shevina mengatakan, pendekatan tersebut sengaja digunakan agar materi Hubungan Internasional yang terkesan berat dapat lebih mudah dipahami anak-anak.
“Antusiasme yang tinggi dari siswa-siswi kelas 3 dan 4, serta sambutan terbuka dari Ibu Dora selaku Kepala Sekolah, menjadi bukti bahwa materi Hubungan Internasional dapat dikemas secara menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Dari Kelas, Siswa Diajak Melihat Dunia
Materi yang diberikan tidak berhenti pada pengenalan nama negara. Siswa juga diperkenalkan pada fungsi ASEAN sebagai wadah kerja sama negara-negara Asia Tenggara.
ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations menjadi ruang bagi negara-negara di kawasan untuk membangun kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, budaya, hingga upaya menjaga perdamaian dan menyelesaikan persoalan bersama.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan 11 negara anggota ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Timor-Leste.
Bagi siswa SD, pengenalan ini menjadi langkah sederhana untuk membuka jendela wawasan bahwa dunia mereka tidak hanya sebatas lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Kepala SDN Manyarejo, Dora, mengapresiasi kehadiran program tersebut. Menurutnya, materi yang dibawakan mahasiswa KKN memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.
“Ya, apalagi baru pertama kali membawakan materi tersebut di SDN Manyarejo,” ujarnya.
Antusiasme siswa juga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti permainan dan mampu menyebutkan sejumlah negara yang tergabung dalam ASEAN.
Bagi Shevina, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan selama pelaksanaan program KKN.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga pengenalan wawasan global tidak hanya menjadi materi yang terasa jauh bagi anak-anak, tetapi hadir melalui pembelajaran yang dekat, menyenangkan, dan mudah dipahami.
“Besar harapan agar program inovatif semacam ini terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi adik-adik di SDN Manyarejo untuk terus belajar, menghargai keberagaman, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang siap bersaing di kancah internasional,” pungkasnya. (Red)
Penulis : Shevina Meynin Cahyatri, Ketua Kelompok KKN 54 UNISRI















Komentar