Gemuruh Semangat di Sukoharjo, Ratusan Ksatria Penjaga Ulama Resmi Sandang Baret Kebesaran Banser

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Langit Kabupaten Sukoharjo menjadi saksi lahirnya kembali para ksatria penjaga ulama dan perisai bangsa. Pada hari Ahad (9/8/2026), sebanyak 250 peserta yang terdiri dari anggota dan kader Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Sukoharjo sukses menyelesaikan rangkaian tradisi pembaretan yang sakral.

Kegiatan yang sarat akan nilai perjuangan fisik dan spiritual ini mengambil titik awal keberangkatan dari pelataran Masjid Sholihin, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban.

Ratusan kader Banser tersebut melakukan napak tilas perjuangan dengan berjalan kaki, menguji ketahanan fisik serta kekompakan barisan, hingga akhirnya tiba dan berpusat di titik akhir prosesi penyematan baret di Lapangan Joho, Kabupaten Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Sukoharjo, Suwondo, mengapresiasi daya juang para peserta yang pantang menyerah. Ia menegaskan bahwa baret yang didapatkan bukanlah sesuatu yang instan.

“Pembaretan ini adalah kawah candradimuka bagi kader Banser. Perjalanan dari Masjid Sholihin hingga Lapangan Joho adalah ujian fisik sekaligus tirakat batin. Baret yang kini melingkar di kepala sahabat-sahabat adalah mahkota kehormatan yang menuntut kesetiaan, kedisiplinan, dan dedikasi tanpa batas untuk agama, bangsa, dan negara,” tegas Suwondo.

Baca Juga :  Taj Yasin Ungkap Rahasia Khusus Jelang Debat Kedua Pilgub Jateng

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani, membakar semangat anggota yang hadir. Ia mengingatkan kembali tentang pentingnya garis instruksi dan komando dalam tubuh organisasi.

“Hari ini kalian telah membuktikan kapasitas sebagai kader inti. Banser adalah benteng terdepan GP Ansor. Ingatlah selalu ikrar Nawa Prasetya Banser. Bergeraklah dalam satu komando, rapatkan barisan, dan jadilah perisai kiai yang tak akan pernah mundur sejengkal pun dalam mengawal muruah ulama serta keutuhan NKRI,” ujar Dahwan Asqolani dengan lantang.

Kehadiran Banser juga mendapat perhatian khusus dari jajaran kepengurusan Nahdlatul Ulama. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif, S.Ag., memberikan wejangan yang menyejukkan sekaligus mempertebal keyakinan batin para Banser.

“Banser adalah etalase dan wajah pelindung Nahdlatul Ulama. Saat baret sudah di kepala, maka niatkan setiap langkah kalian sebagai ibadah dan pengabdian. Kiai-kiai NU akan selalu membersamai kalian dengan doa. Teruslah berkhidmat dengan ikhlas, jadilah penyejuk di tengah masyarakat, dan jangan pernah goyah oleh tantangan zaman,” pesan Khomsun Nur Arif.

Baca Juga :  Kita Ribut Soal Siapa Pahlawan, Tapi Lupa Jadi Pahlawan Itu Sendiri

Dukungan nyata terhadap pergerakan Ansor-Banser turut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., yang hadir langsung memantau jalannya upacara di Lapangan Joho, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Banser di masyarakat.

“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi dedikasi dan kontribusi Banser Sukoharjo. Sinergi antara Banser, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci terciptanya Sukoharjo Makmur yang aman dan damai. Saya berharap ksatria-ksatria Banser yang hari ini resmi dibaret dapat terus menjadi elemen perekat bangsa dan mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” ungkap Eko Sapto Purnomo.

Rangkaian acara ditutup dengan penyematan baret secara simbolis oleh para pimpinan tokoh dan tamu Undangan yang hadir. Ratusan Banser Sukoharjo kini siap kembali ke tengah masyarakat, membawa amanah dan semangat baru sebagai garda terdepan pelindung agama dan negara, pantang pulang sebelum menang, pantang tumbang sebelum ajal menjelang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB