Indonesia Dorong BRICS Jadikan Kebudayaan sebagai Kekuatan Strategis

Indonesia ingin BRICS tak hanya kuat di bidang ekonomi dan geopolitik, tetapi juga menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan strategis untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA

Foto: ANTARA

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — BRICS tak cuma bicara soal ekonomi dan geopolitik. Indonesia kini mendorong agar kebudayaan ikut menjadi kekuatan strategis dalam kerja sama negara-negara anggota.

Pesan itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8).

Di hadapan para delegasi negara BRICS, Fadli menegaskan bahwa kerja sama kebudayaan harus dibangun secara inklusif, berorientasi pada masyarakat, serta berlandaskan kesetaraan kedaulatan, konsensus, dan saling menghormati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fadli, dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, hingga fragmentasi sosial.

Dalam situasi tersebut, kata dia, kebudayaan tak bisa lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap pembangunan.

“Kebudayaan justru bisa menjadi fondasi ketangguhan masyarakat,” ujar Fadli sebagaimana dikutip dalam keterangan pers Kementerian Kebudayaan yang diterima di Jakarta, Minggu (9/8).

Kebudayaan dinilai mampu mendorong inovasi, memperkuat kohesi sosial, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Empat Agenda Indonesia

Indonesia kemudian menawarkan empat agenda utama untuk memperkuat kerja sama kebudayaan di BRICS.

Pertama, memperkuat perlindungan warisan budaya, termasuk kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya.

Baca Juga :  Hampir 1.000 Mobil Dibakar Saat Perayaan Tahun Baru di Prancis, di Indonesia Aman Sentosa Bukan?

Kedua, mengembangkan industri budaya dan kreatif dengan menempatkan seniman dan kreator sebagai pusat ekosistem. Salah satunya melalui perlindungan hak kekayaan intelektual dan pemberian remunerasi yang adil.

Ketiga, melindungi sistem pengetahuan tradisional dengan memastikan masyarakat dan para pemegang pengetahuan ikut terlibat dalam prosesnya.

Keempat, Indonesia mengusulkan agar kebudayaan ditempatkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan global pasca-2030.

Langkah tersebut dinilai penting agar kontribusi kebudayaan terhadap pembangunan dunia tidak lagi sekadar menjadi catatan tambahan, tetapi diakui secara lebih jelas dan berkelanjutan.

AI, Kreator, hingga Benda Budaya

Indonesia juga menyambut baik Declaration of the XI BRICS Culture Ministers’ Meeting yang menjadi komitmen bersama negara-negara BRICS dalam memperkuat kerja sama kebudayaan.

Deklarasi tersebut mencakup sejumlah isu yang semakin relevan dengan perkembangan zaman, termasuk industri kreatif, hak kekayaan intelektual, kecerdasan artifisial atau AI, warisan budaya, hingga pengetahuan tradisional.

Negara-negara BRICS sepakat mendorong pemanfaatan AI secara etis, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap menghormati keberagaman budaya.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan dokumentasi dan penelitian provenans serta pengembalian dan restitusi benda budaya.

Baca Juga :  Puncak Harlah NU ke-102, PCINU Tunisia Luncurkan Jurnal Khittah Volume II

Tak hanya itu, BRICS mendorong peningkatan kerja sama antarmuseum, perpustakaan, arsip, pusat manuskrip, dan berbagai institusi kebudayaan lainnya.

Bagi Indonesia, kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen diplomasi. “Komitmen yang telah disepakati perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” kata Fadli.

Ia menambahkan, kerja sama BRICS di bidang kebudayaan harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan kreator, masyarakat, institusi, dan generasi mendatang.

Diplomasi Budaya Indonesia

XI BRICS Culture Ministers’ Meeting diikuti delegasi dari India, Indonesia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Brasil, Etiopia, Tiongkok, Rusia, dan Iran.

Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Kuba, Belarus, Thailand, dan Kazakhstan sebagai negara mitra BRICS.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian BRICS Culture Track 2026 yang membahas berbagai isu, mulai dari industri budaya dan kreatif, hak cipta dan AI, perlindungan warisan budaya dan restitusi benda budaya, hingga hubungan kebudayaan dengan pembangunan berkelanjutan.

Lewat forum BRICS, Indonesia ingin mendorong diplomasi kebudayaan naik kelas. Bukan hanya pertukaran seni dan budaya, tetapi juga kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi seniman, kreator, pelaku budaya, institusi, dan masyarakat. (ANTARA)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB