SUARAMUDA.NET, BLORA — Kalau pemerintah belum sempat memperbaiki jalan, warga Randublatung, Kabupaten Blora, tampaknya punya solusi kreatif: sekalian saja dijadikan kebun pisang.
Aksi ribuan warga yang menanam sekitar 30 pohon pisang di ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu viral di media sosial.
Bukan karena sedang menggelar festival pertanian dadakan, melainkan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Minggu (31/5), warga turun ke jalan membawa bibit pisang dan menanamnya di sejumlah titik sepanjang sekitar 3 kilometer.
Pohon-pohon itu berdiri tegak di tengah jalan yang penuh lubang, seolah menjadi penanda bahwa jalan tersebut sudah lebih cocok ditanami daripada dilalui kendaraan.
Menurut warga, aksi ini lahir dari rasa kesal yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Berbagai aduan dan keluhan yang disampaikan sebelumnya dianggap hanya masuk kotak arsip tanpa tindak lanjut yang jelas.
“Kalau lubangnya sudah cukup buat menanam pohon, mungkin memang sudah saatnya ditanami,” celetuk salah seorang warga di lokasi.
Tak hanya menanam pisang, masyarakat juga patungan membeli batu grosok untuk menambal lubang-lubang besar yang menganga di sepanjang jalan.
Alih-alih menunggu proyek pemerintah datang, warga memilih bergotong royong agar kendaraan tidak terus menjadi korban jalan yang lebih mirip arena off-road.
“Yang grosok ini dana swadaya masyarakat,” ujar Sunoto, salah satu warga setempat.
Aksi tersebut sontak menuai simpati warganet. Banyak yang menyebut pohon pisang kini menjadi “rambu lalu lintas” paling jujur untuk menunjukkan tingkat kerusakan jalan.
Sebagian lainnya berseloroh bahwa jika dibiarkan lebih lama, bukan tidak mungkin jalan Randublatung-Cepu akan menjadi sentra perkebunan pisang terbesar di Jawa Tengah.
Di tengah viralnya aksi ini, warga hanya berharap satu hal sederhana: jalan diperbaiki sebelum pohon pisangnya panen. (Red)














Komentar