Akselerasi Ekonomi Hijau Inklusif, Disabilitas Sukoharjo Sulap Limbah Jadi Cuan

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI) telah merealisasikan langkah strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim yang terintegrasi dengan pemberdayaan sosial.

Pada Sabtu (23/5/2026), YAKABI secara resmi menyelenggarakan “Workshop Pengumpulan dan Pemilahan Limbah” bagi pemuda disabilitas yang bertempat di Sanggar Inklusi Permata Hati, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Agenda krusial ini merupakan etape pertama dari implementasi program berskala komprehensif, yakni “Pemanfaatan Limbah Kertas Menjadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi bagi Pemuda Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, melalui mandat program Forestry and Other Land Use Norway’s Contribution 4.

Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI), Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai katalisator untuk mentransformasi limbah ekologis menjadi komoditas ekonomi yang berdaya saing tinggi, dengan menempatkan penyandang disabilitas sebagai aktor utamanya.

“Implementasi program Forestry and Other Land Use Norway’s Contribution 4 yang diamanatkan oleh BPDLH Kementerian Kehutanan RI ini adalah momentum esensial bagi Kabupaten Sukoharjo, “urai Fadhel dengan tegas.

Baca Juga :  Jangan Mimpi! Pemprov Jateng Gak Bakal Angkat Honorer Jadi PPPK di Tahun 2026

Pihaknya dikatakan tidak sekadar memberikan edukasi lingkungan, melainkan sedang membangun sebuah ekosistem ekonomi sirkular. Pelatihan standardisasi pemilahan ini disebut sebagai fondasi.

“Ketika teman-teman disabilitas mampu menaklukkan dan mengklasifikasi limbah kertas dengan presisi, mereka sejatinya sedang merintis jalan menuju kemandirian ekonomi yang sejalan dengan visi pelestarian bumi, ” ujarnya.

Guna memastikan standar kualitas pemahaman peserta, YAKABI menghadirkan praktisi ahli, Dwi Indra Wati, selaku Founder Bank Sampah Warjinem Suruh Kalang.

Dalam sesi instruksionalnya, para peserta dibekali kemampuan teknis yang rigid, mulai dari identifikasi kelayakan serat kertas, metode purifikasi dari kontaminan (seperti plastik dan kawat jilid), hingga parameter higienitas material sebelum memasuki fase produksi bubur kertas (pulp).

Dwi Indra Wati memberikan apresiasi tertinggi atas etos kerja dan tingkat presisi yang didemonstrasikan oleh seluruh peserta selama sesi lokakarya berlangsung.

“Standardisasi pemilahan material adalah instrumen paling vital dalam industri daur ulang bernilai tinggi. Saya menemukan tingkat presisi, fokus, dan ketekunan yang sangat luar biasa dari para peserta disabilitas hari ini, “papar Dwi Indra Wati.

Baca Juga :  Kerja Sama dengan Kerajaan Inggris, Pemerintah Sumut Komitmen Kendalikan Emisi Karbon Wujudkan Transportasi Berkelanjutan di Wilayah Mebidang

Dwi menambahkan karakteristik teliti yang mereka miliki dikatakan sebagai aset terbesar. Mereka membuktikan bahwa limbah yang tidak berharga dapat direkonstruksi menjadi bahan baku premium jika dikelola oleh tangan-tangan yang berdedikasi tinggi.

Terlaksananya lokakarya ini secara paripurna juga tidak terlepas dari harmonisasi dukungan berbagai elemen di akar rumput. Kesiapan infrastruktur yang inklusif dijamin penuh oleh Ketua Sanggar Inklusi Permata Hati, Listri Sedyaningsih.

Di sisi lain, kelancaran operasional lapangan dikawal secara taktis oleh relawan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sukoharjo yang dipimpin Aditya Yuliyanto, serta jaminan kondusivitas wilayah oleh Pemuda Jatisobo di bawah koordinasi Ganing Widarwati.

Sebagai proyeksi tindak lanjut, seratus pemuda disabilitas ini akan memasuki fase teknis produksi pada Sabtu (30/5/2026) mendatang.

Mereka akan mengikuti “Workshop & Pelatihan Intensif Produksi Topeng Wayang Limbah Kertas” yang akan dipandu secara eksklusif oleh maestro seni topeng, Drs. Rus Hardjanto (Mbah Jantit).

Rangkaian berkesinambungan ini diharapkan mampu melahirkan unit usaha kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berwawasan lingkungan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB