SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ada sesuatu yang tak biasa dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-60 Yayasan Silahul Ulum tahun ini.
Mengangkat tema “IMMASSU dalam Rindu: Menapak Jejak Guru, Menjaga Amanah Ilmu,” rangkaian awal kegiatan yang akan digelar Minggu, 7 Juni 2026 di UIN Walisongo Semarang ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum yang mulai memantik perhatian banyak pihak.
Agenda ini menjadi wadah bertemunya seluruh keluarga besar alumni Silahul Ulum lintas generasi, baik yang tengah melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi maupun alumni yang telah berkiprah di beragam bidang profesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Yayasan Silahul Ulum, Drs H. Bashori, M.Si, menegaskan bahwa harlah kali ini menjadi penanda penting perjalanan panjang yayasan dalam dunia pendidikan.
Ia menyebut, rindu yang diangkat bukan sekadar nostalgia, melainkan dorongan kuat untuk memastikan nilai-nilai perjuangan tetap hidup. “Ini tentang bagaimana warisan ilmu tidak berhenti, tetapi terus bergerak dan berkembang,” tegasnya.
Dari sisi mahasiswa, gaung kegiatan ini juga semakin terasa. Ketua Umum Forsimasu (Forum Silaturahim Mahasiswa Silahul Ulum) periode 2025/2026, Moh. Miftahun Ni’am, menilai momentum ini sebagai ruang konsolidasi besar lintas generasi.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari penggerak yang menjaga kesinambungan tradisi keilmuan di tengah tantangan zaman.
Dengan konsep yang memadukan refleksi, kebersamaan, dan semangat gerakan, Harlah ke-60 ini diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar perayaan.
Ia menjadi titik temu antara rindu, nilai, dan masa depan, sebuah momentum yang bukan hanya dikenang, tetapi juga dirasakan dampaknya oleh generasi berikutnya. (Red)













Komentar