SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump bergerak cepat meredam ketegangan di Timur Tengah. Ia mengaku akan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan rudal yang diluncurkan Iran.
“Saya akan menelepon Bibi (Netanyahu) sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas,” kata Trump kepada Axios.
Menurut Trump, aksi saling serang antara Israel dan Iran hanya akan memperpanjang konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masing-masing dari mereka sudah melakukan serangannya. Israel menyerang, Iran juga menyerang. Kita tidak membutuhkan serangan tambahan,” ujarnya.
Serangan rudal yang diluncurkan Iran pada Minggu (7/6) menjadi yang pertama sejak gencatan senjata antara kedua pihak diberlakukan pada April lalu.
Meski demikian, Trump menilai serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan masih bisa diredam agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Ia khawatir respons militer Israel justru akan menggagalkan proses negosiasi yang saat ini sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
“Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka siklus ini akan terus berulang seperti puluhan tahun terakhir,” kata Trump.
Trump juga mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran saat ini disebut berada di ambang kesepakatan penting.
“Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu rusak karena situasi saat ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan rudal tersebut sebagai bentuk “peringatan” setelah Israel menyerang wilayah pinggiran selatan Lebanon sehari sebelumnya.
Teheran juga memperingatkan akan melancarkan serangan yang lebih besar jika tindakan yang mereka sebut sebagai agresi kembali terjadi. (Red)
Penulis : DT Atmaja
Sumber Berita: CNN Indonesia













Komentar