Trump Cegah Balas Dendam Israel, Tak Mau Konflik dengan Iran Makin Meledak

Presiden AS Donald Trump berencana menelepon Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan rudal Iran demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP/ CNN Indonesia)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP/ CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump bergerak cepat meredam ketegangan di Timur Tengah. Ia mengaku akan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan rudal yang diluncurkan Iran.

“Saya akan menelepon Bibi (Netanyahu) sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas,” kata Trump kepada Axios.

Menurut Trump, aksi saling serang antara Israel dan Iran hanya akan memperpanjang konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masing-masing dari mereka sudah melakukan serangannya. Israel menyerang, Iran juga menyerang. Kita tidak membutuhkan serangan tambahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Serangan rudal yang diluncurkan Iran pada Minggu (7/6) menjadi yang pertama sejak gencatan senjata antara kedua pihak diberlakukan pada April lalu.

Meski demikian, Trump menilai serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan masih bisa diredam agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ia khawatir respons militer Israel justru akan menggagalkan proses negosiasi yang saat ini sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

“Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka siklus ini akan terus berulang seperti puluhan tahun terakhir,” kata Trump.

Baca Juga :  Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah

Trump juga mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran saat ini disebut berada di ambang kesepakatan penting.

“Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu rusak karena situasi saat ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan rudal tersebut sebagai bentuk “peringatan” setelah Israel menyerang wilayah pinggiran selatan Lebanon sehari sebelumnya.

Teheran juga memperingatkan akan melancarkan serangan yang lebih besar jika tindakan yang mereka sebut sebagai agresi kembali terjadi. (Red)

Penulis : DT Atmaja

Sumber Berita: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB