Pengamat Politik Internasional Unwahas Andi Purwono: Serangan AS-Israel adalah Bukti Unilateralisme

Dosen Hubungan Internasional dan Pengamat Politik Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang, Andi Purwono. (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketegangan global kembali memanas usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis dan tokoh penting negara tersebut.

Sejumlah media internasional menyebutkan serangan itu menimbulkan korban jiwa dan memicu gelombang balasan dari Iran ke beberapa titik strategis, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih dalam kondisi siaga tinggi.

Menanggapi eskalasi tersebut, Pengamat Politik Internasional Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Andi Purwono, menilai langkah militer Amerika dan Israel mencerminkan praktik unilateralisme yang berbahaya dalam tata hubungan internasional.

“Serangan seperti ini berpotensi melanggar prinsip kedaulatan negara dan norma hukum internasional jika tidak melalui mekanisme kolektif yang sah. Eskalasinya bisa meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Andi saat dimintai tanggapan, Minggu (1/3).

Menurutnya, tindakan sepihak tanpa legitimasi internasional dapat memperburuk stabilitas global dan membuka ruang konflik lebih luas.

“Dampak ekonomi dan politiknya bukan hanya dirasakan kawasan Timur Tengah, tapi bisa mengguncang stabilitas dunia, mulai dari harga energi hingga pasar keuangan global,” paparnya.

Ia juga menyoroti respons Iran yang dilaporkan melancarkan serangan balasan. Situasi ini, kata dia, berpotensi menciptakan spiral konflik berkepanjangan jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Andi menegaskan, komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara besar, serta kekuatan global lainnya harus segera mengambil peran aktif untuk mencegah konflik semakin meluas.

“Semua aktor hubungan internasional perlu mendorong de-eskalasi. Diplomasi harus dikedepankan sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih besar,” tegasnya.

Ia berharap kekuatan global seperti Rusia dan Tiongkok dapat berperan sebagai penyeimbang dalam meredam ketegangan geopolitik yang kian meningkat.

“Harapannya ada kekuatan pengimbang yang mampu menahan laju eskalasi agar konflik ini tidak berubah menjadi krisis global yang lebih serius,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait perkembangan terbaru situasi tersebut. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like