Pengamat Politik Internasional Unwahas Andi Purwono: Serangan AS-Israel adalah Bukti Unilateralisme

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Hubungan Internasional dan Pengamat Politik Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang, Andi Purwono. (dok istimewa)

Dosen Hubungan Internasional dan Pengamat Politik Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang, Andi Purwono. (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketegangan global kembali memanas usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis dan tokoh penting negara tersebut.

Sejumlah media internasional menyebutkan serangan itu menimbulkan korban jiwa dan memicu gelombang balasan dari Iran ke beberapa titik strategis, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk. Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih dalam kondisi siaga tinggi.

Menanggapi eskalasi tersebut, Pengamat Politik Internasional Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Andi Purwono, menilai langkah militer Amerika dan Israel mencerminkan praktik unilateralisme yang berbahaya dalam tata hubungan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serangan seperti ini berpotensi melanggar prinsip kedaulatan negara dan norma hukum internasional jika tidak melalui mekanisme kolektif yang sah. Eskalasinya bisa meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Andi saat dimintai tanggapan, Minggu (1/3).

Baca Juga :  Bagaimana Jika Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dihukum Mati Saja?

Menurutnya, tindakan sepihak tanpa legitimasi internasional dapat memperburuk stabilitas global dan membuka ruang konflik lebih luas.

“Dampak ekonomi dan politiknya bukan hanya dirasakan kawasan Timur Tengah, tapi bisa mengguncang stabilitas dunia, mulai dari harga energi hingga pasar keuangan global,” paparnya.

Ia juga menyoroti respons Iran yang dilaporkan melancarkan serangan balasan. Situasi ini, kata dia, berpotensi menciptakan spiral konflik berkepanjangan jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Andi menegaskan, komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara besar, serta kekuatan global lainnya harus segera mengambil peran aktif untuk mencegah konflik semakin meluas.

Baca Juga :  Gus Iqdam Akan Ramaikan Rangkaian Hari Santri di Sukoharjo, Catat tanggalnya!

“Semua aktor hubungan internasional perlu mendorong de-eskalasi. Diplomasi harus dikedepankan sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih besar,” tegasnya.

Ia berharap kekuatan global seperti Rusia dan Tiongkok dapat berperan sebagai penyeimbang dalam meredam ketegangan geopolitik yang kian meningkat.

“Harapannya ada kekuatan pengimbang yang mampu menahan laju eskalasi agar konflik ini tidak berubah menjadi krisis global yang lebih serius,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait perkembangan terbaru situasi tersebut. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB