SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan kunjungan kerja ke Moskow untuk menggelar konsultasi dan pembicaraan tingkat tinggi di bidang kemaritiman dengan Rusia.
Dalam agenda ini, ia dijadwalkan bertemu dengan Asisten Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Kelautan Rusia, Nikolai Patrushev. Informasi mengenai kunjungan tersebut disampaikan oleh kantor pers Dewan Kelautan Rusia dan dikutip sejumlah media setempat.
Kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Moskow menjadi bagian dari rangkaian dialog strategis Indonesia–Rusia dalam memperkuat kerja sama di sektor maritim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan resmi, AHY akan berpartisipasi dalam putaran kedua konsultasi dan perundingan Rusia–Indonesia terkait pengembangan kerja sama di bidang kelautan.
Forum ini dipandang sebagai wadah untuk membahas berbagai proyek konkret mulai dari pembangunan infrastruktur pelabuhan, peningkatan konektivitas laut, hingga pengembangan jalur transportasi internasional yang melintasi wilayah kedua negara.
Selain agenda negosiasi, AHY juga dijadwalkan mengunjungi salah satu perusahaan galangan kapal di Rusia. Di sana ia akan meninjau kemampuan industri perkapalan Rusia, mulai dari teknologi pembangunan kapal, potensi produksi bersama, hingga peluang alih teknologi untuk mendukung program modernisasi armada dan infrastruktur maritim Indonesia.
Kunjungan ke lembaga pendidikan vokasi atau perguruan tinggi maritim juga masuk dalam jadwal, dengan fokus pada penguatan kerja sama pendidikan, program beasiswa, serta pertukaran tenaga pengajar dan mahasiswa di bidang studi kelautan dan perkapalan.
Selama berada di Rusia, AHY direncanakan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor maritim.
Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan kerja sama jangka menengah, termasuk peluang investasi bersama di infrastruktur pelabuhan, logistik, serta pengembangan koridor-koridor pelayaran baru yang mendukung rantai pasok global.
Indonesia melihat Rusia sebagai salah satu mitra potensial dalam diversifikasi rute dan mitra perdagangan maritim, terutama di tengah dinamika geopolitik dan perubahan peta logistik internasional.
Setelah menyelesaikan agenda di Moskow, AHY dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Saint Petersburg. Di kota ini, ia akan menghadiri Forum Ekonomi Internasional Sankt-Peterburg (SPIEF) 2026, salah satu forum ekonomi utama Rusia yang setiap tahun dihadiri pejabat tinggi, pelaku usaha, dan investor internasional.
Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi peluang investasi di sektor maritim dan infrastruktur, mulai dari pengembangan pelabuhan dalam dan luar negeri, kawasan industri terpadu, hingga proyek logistik berbasis konektivitas laut.
Putaran pertama konsultasi Rusia–Indonesia di bidang kerja sama maritim sebelumnya telah digelar pada Oktober 2025 di Jakarta. Dalam pertemuan perdana itu, kedua negara membahas kerja sama di bidang infrastruktur maritim, pelayaran, serta pengembangan bersama koridor transportasi internasional.
Delegasi Indonesia dan Rusia saat itu memberikan perhatian khusus pada kerja sama pendidikan, termasuk program magang, pelatihan, dan praktik lapangan bagi mahasiswa dan profesional di sektor maritim.
Melalui kelanjutan perundingan di Moskow dan kehadiran Indonesia pada forum ekonomi di Saint Petersburg, Jakarta dan Moskow berupaya mengangkat isu maritim sebagai salah satu pilar utama dalam hubungan bilateral kedua negara.
Bagi Indonesia yang mengusung visi sebagai poros maritim global, kemitraan dengan Rusia di bidang teknologi perkapalan, pengembangan infrastruktur laut, dan peningkatan kapasitas SDM di sektor kelautan dinilai dapat memberikan nilai tambah strategis.
Sementara bagi Rusia, kerja sama dengan Indonesia membuka peluang memperluas jejaring ekonomi dan logistik di kawasan Asia Pasifik yang tengah berkembang pesat. (Red)













Komentar