Greenwashing dan Topeng Hijau Perusahaan: Mengapa Transparansi Laporan Keberlanjutan Tak Bisa Ditawar Lagi?

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

Oleh: Giacinta Rafela Ananto, Mahasiswa S1 Akuntansi, Universitas Negeri Surabaya

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Perkembangan dunia bisnis saat ini tidak hanya berfokus pada pencapaian laba perusahaan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Masyarakat mulai memperhatikan bagaimana perusahaan menjalankan operasionalnya terhadap lingkungan sekitar, penggunaan sumber daya alam, hingga dampak sosial yang ditimbulkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, laporan keberlanjutan (sustainability report) menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik. Dalam bidang akuntansi, laporan keberlanjutan memiliki hubungan yang erat dengan transparansi informasi dan akuntabilitas perusahaan.

Namun, di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, muncul fenomena yang disebut greenwashing. Greenwashing adalah tindakan perusahaan yang memberikan citra seolah-olah mereka peduli terhadap lingkungan, padahal kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.

Beberapa perusahaan hanya menggunakan strategi pemasaran hijau untuk menarik perhatian konsumen tanpa melakukan perubahan nyata dalam kegiatan operasionalnya. Hal ini menjadi masalah serius karena dapat menyesatkan investor, konsumen, dan masyarakat.

Akuntansi memiliki peran penting dalam mengurangi praktek greenwashing melalui penyajian informasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Kemanusiaan yang Tercabik oleh Logika Perang

Informasi yang terdapat dalam laporan keberlanjutan seharusnya disusun berdasarkan data yang valid dan dapat diverifikasi.

Perusahaan perlu menjelaskan secara rinci mengenai penggunaan energi, pengelolaan limbah, emisi karbon, serta program tanggung jawab sosial yang dijalankan.

Dengan adanya laporan yang jelas dan terukur, para pemangku kepentingan dapat menilai apakah perusahaan benar-benar menjalankan prinsip keberlanjutan atau hanya sekadar membangun citra positif.

Selain itu, standar pelaporan keberlanjutan juga semakin berkembang. Saat ini banyak perusahaan mulai mengacu pada standar internasional seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Standar tersebut membantu perusahaan dalam menyusun laporan yang lebih sistematis dan mudah dibandingkan antarperusahaan.

Di Indonesia sendiri, perusahaan terbuka juga mulai didorong untuk menyampaikan laporan keberlanjutan sebagai bentuk transparansi kepada investor dan masyarakat.

Topik ini menjadi semakin penting karena banyak investor kini tidak hanya melihat keuntungan perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam pengambilan keputusan investasi.

Investor cenderung lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki tanggung jawab lingkungan dan sosial yang baik. Jika perusahaan terbukti melakukan greenwashing, maka tingkat kepercayaan publik dapat menurun dan berdampak pada reputasi perusahaan di masa depan.

Baca Juga :  Peran Strategis Masjid dalam Kehidupan Mahasiswa: Studi Kasus Kegiatan LDK di Kampus

Di sisi lain, masyarakat juga semakin kritis terhadap informasi yang diberikan perusahaan. Dengan perkembangan media sosial dan akses informasi yang cepat, berbagai pelanggaran lingkungan dapat dengan mudah diketahui publik.

Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat lagi hanya mengandalkan strategi pemasaran untuk membangun citra positif. Dibutuhkan bukti nyata melalui laporan yang transparan dan akurat.

Dalam praktiknya, akuntan memiliki tanggung jawab etis untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan perusahaan tidak menyesatkan.

Akuntan harus menjunjung prinsip integritas, objektivitas, dan profesionalisme dalam menyusun maupun memeriksa laporan keberlanjutan.

Peran auditor juga penting untuk memberikan keyakinan bahwa laporan yang dibuat telah sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dengan demikian, transparansi laporan keberlanjutan merupakan hal yang sangat penting dalam dunia bisnis modern.

Akuntansi tidak hanya berfungsi mencatat transaksi keuangan, tetapi juga menjadi alat untuk menciptakan akuntabilitas perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui laporan yang jujur dan transparan, perusahaan dapat membangun kepercayaan publik serta mendukung terciptanya bisnis yang berkelanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjinakkan Api, Membiarkan Asap: Normalisasi Bencana Kebakaran dan Bom Waktu Kesehatan Perkotaan
Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:55 WIB

Menjinakkan Api, Membiarkan Asap: Normalisasi Bencana Kebakaran dan Bom Waktu Kesehatan Perkotaan

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB